Informasi Seputar Desa Songak Dan Sekitarnya . . .

Assalamualaikum, Kami Dengan Perasaan Yang Tulus Dan Ikhlas Membuat Blog Ini Agar Teman –Teman Kami Yang Dari Songak Maupun Teman Yang Dari Luar Songak Dapat Lebih Mengenal Asal Usul Kami, Bukan Untuk Mencari Perhatian Namun Agar Kita Bisa Saling Mengenal Lebih Dekat Dan Semoga Apa Yang Kami Usahakan Ini Ada Manfaatnya Khsususnya Untuk Kami Dan Untuk Kita Semua Yang Berpartisipasi Di Tempat Ini . . .

MASJID SONGAK LAEK dipersimpangan ISLAM SUKU SASAK




Karya: Papuq Bangak
PENDAHULUAN
Pada dasarnya semua desa memiliki babat, karena babat merupakan saudara kembar dari lahirnya desa itu sendiri. tapi itu sekedar keharusan yang mutlak,namun kenyataannya jauh berbeda kini jarang sekali desa-desa yang memiliki babat. Padahal babat adalah perjalanan kegiatan yang terjadi diatas permukaan bumi dimana wilayah desa itu berada, atau dengan kata lain catatan peristiwa dari zaman kezaman yang sudah berlangsung diwilayah desa itu sendiri Ketiadaan ini disebabkan karena :
Ketiadaan pemerhati sejarah. Pemerhati sejarah menjadi enggan memunculkan diri karena :
a. tidak ada penghargaan dari penguasa.
b. dihawatirkan akan membeberkan kekurangan suatu situasi .
c. terkadang di isukan mengangkat keturunan dirinya alias bedatuan.
d. dan masih banyak segudang alasan sehingga pemerhati sejarah enggan kelihatan.
Karena memang tidak ada yang ingat untuk memperhatikan peristiwa secara teliti padahal sangat perlu untuk di ingat dan dikenang tapi peristiwa berjalan begitu saja kelak orang –orang mulai mengerutkan kening untuk mengetahui kapan dan dimana peristiwa itu terjadi ……
Itulah kiranya yang melatar belakangi sehingga tulisan ini mulai dikonsep mungkin bisa dijadikan sebagai dasar untuk mengingat kembali kapan terjadinya sesuatu peristiwa didesa ini. salah satu contoh adanya Masjid Al-falah tak ada satupun orang yang mengetahui kapan dan siapa yang membuatnya, bagi saya sendiri hal ini sangat aneh, bagaimana tidak, sepengetahuan kami mesalah masjid itu adalah masalah yang sangat sensitive yang seharusnya tidak ada seorangpun yang tidak tahu terlebih lagi orang yang bertempat tinggal di pinggirnya. tapi kernyataan berkata lain, tidak ada seorangpun yang mengetahui,demikian juga tentang adanya makam kreamat Songak,belum ada kepastian yang dapat dipertanggung jawabkan mengenai siapa dan mengapa sehingga dianggap Keramat oleh semua Masyarakat Songak pada khususnya dan Masyarakat luar pada umumnya. Yang pasti pertentangan pendapat tentang Tokoh yang disemayamkan sekali gus tentang ritualisasi pelaksanaan acara termasuk siapa saja yang berwenang untuk menentukan segalanya, dalam acara pelaksanaan ritual ngayu-ayu yang sudah menjadi kebiasaan bahkan kebutuhan masyarakat Songak dan sekitarnya,.. mengenai ngayu–ayu sudah banyak terjadi perbedaan peresepsi, jika ini dibiarkan saja atau dianggap sepele,saya yaqin , suatu saat akan terjadi pertentangan antar sesama saudara tentang siapa yang paling berhak untuk menetukan bahkan sudah ada yang radak berhak terhadap makam itu sendiri termasuk apa saja yang ada didalamnya.padahal tempat itu sudah jelas dari dulu tempat bersejarah ini belum pernah ada yang berani mengakui sebagai miliknya..Inilah yang penulis sangat hawatirkan dalam lingkup desa Songak yang sangat dikagumi oleh penulis.Keaguman penulis bukannya tidak beralasan,namuun menurut pengetahuan banyak persoalan misteri yang jarang mampu di kethui oleh orang kebanyakan,…..
Menurut hemat kami bukan hanya terbatas sampai disini tetapi masih banyak hal yang lebih parah bagi kehidupan masyarakat songak pada khususnya masarakat Lombok pada umumnya.bagaimana tidak jika sejarah Lombok kita perhatikan akan anda temuai berbagai macam persi dimana semua persi menganggap Persinya yang paling benar,.Kita ambil contoh Babat Sakra .Oleh Masyarakat sakra sendiri terdapat perbedaan persepsi tentang ;
1. Dimana desa SAKRA yang dahulu kala konon menjadi Kerajaan.
2. Siapa yang memberikan gelar kebanggaan,mamiq,lalu,baiq dll
3. Siapa yang benar keturunan datu sakra yang konon gagah tampan bergelar raden Panji
4. Mana dan siapa yang memegang pusaka berupa senjata kebanggaan kerajaan sakra. Dan masih banyak sederetan persoalan yang jadi pertentangan Bangsawan Sakra.
Belum lagi persoalan Datu pejanggik yang konon kalah perang melawan Anak Agung Karang asem bali yang menurut perkiraan berlangsung sekitar tahun 1713. M .Kemana perginya,Benarkah beliau dimakamkan di serewa siapa yang memakamkan,jika itu benar bagaimana dengan kehadiran Yang Mulia Guru Sinarah yang terkenal dengan sebutan tuan guru pepau ,dan seterusnya…..
Begitu juga dengan Banjar getas yang cerdik Mumpuni Sakti tanpa pilih tanding siapa gerangan orang tuanya,benarkah beliau korban kebolehan seorang raja atau keswenang-wenagan Baginda Datu selaparang yang begitu tersohor arif bijaksana ,dan bahkan ada yang menganggapnya raja yang takarrub kepada Alloh S.W.T. Jika itu benar sampai hatikah seorang Banjar getas akan membiarkan tanah airnya di kuasai Orang yang tidak berhak sama sekali terhadap tanah asalnya Gumi sasak tercinta ini. . Yang aneh lagi menurut tutur sejarah semua sejarah lombok berlatar belakang SELAPARANG,baik sejarah sakra ,sejarah pejanggik bahkan sampai sejarah kerajaan Kuripan. Jika hal ini tidak segera di benahi oleh para senior pemerhati sajarh sasak ‘saya .Sebengak hawtir,cemas terhadap masa depan masyarakat, Demi mempertahan kan keyakinanan terhadap sejarah yang belum mutlak kebenarannya akan terjadi perebutan pengekuan yang tidak beralasan dan sebagainya.
Penulisan BABAT DESA SONGAK ini bermaksud sekedar mencatat beberapa hal penting bagi kehidupan dan keberadaan Desa Songak sebagai desa induk di lombok timur, selain Desa Selaparang , sekaligus sebagai catatan yang mungkin di anggap penting oleh anak cucu dikemudian hari ,agar ter arah cara mengagumi desanya,sehingga terhindar dari sikap sok tahu tanpa ada landasan sebagai bahan acuannya ,paling tidak lebih bisa saling mengatur diri antar sesama tidak seperti kehidupan yang sedang kita alami saat ini , jika ada yang bisa berbuat seperti ini, ada lagi oknum yang lebih bisa menggagalkan kebaiakan yang sedang di perbuat,dengan sederetan alasan kebenaran untuk menutupi iri dengki dalam hatinya, semoga Alloh yang maha wenang menjauhkan kita beserta anak cucu keturunan kita dari sifat seperti ini Amin ya Robbal alamin…..
BABAT DESA SONGAK
BABAT yaitu ;catatan peristiwa yang dianggap penting untuk diabadikan dengan maksu kejadian itu bisa dijadikan bahan acuan untuk dilakukan bila menguntungkan dan atau diajauhkan jika merugikan atau bahkan bisa dijadikan kebanggaan tersendiri terhadap sesuatu peristiwa tersebut.
DESA yaitu; sebuah kata yang menunjukan tempat berkumpulnya beberapa penduduk sebagai satu masyarakat yang memiliki satu tatanan hidup dengan di pimpin oleh seorang kepala desa inilah pemahaman kita tentang desa,sementara dalam babat yang di maksud dengan desa adalah tempat yang depergunakan sebagai pusat pemerintahan ysng dipimpin oleh seorang datu.jadi kata desa zaman dahulu lebih tepat disebut kerajaan zaman sekarang.
Dari perbedaan makna desa dahulu dengan desa sekarang dapatlah kiranya kita katakan bahwa desa yang sudah di sebut sejak dahulu kala itu adalah sebuah kerajaan walau sementara ada orang berpedapat bahwa ada kerajaan kecil , walau sekecil apapun tapi tetaplah kerajaan yang mesti memiliki kebesaran.
SONGAK adalah nama desa yang konon dulunya bernama desa leaq, yang selajutnya terkenal pada zaman dahulu kala dengan sebutan desa leak, sementara leaq bermaksud sangat awal atau mula yang artinya lebih dahulu adanya ,semetara leak adalah kata yang berasal dari bahasa Bali yang artinya secara bahasa Sasak adalah; Selaq artinya manusia yang memiliki ilmu jahat sehingga dengan ilmunya tersebut orang bisa membuat orang lain menjadi sakit sesuai dengan kehendak Sang Tuselaq singkatan dari Tau Selaq tersebut,
Itulah yang kemudian menjadi penyebab sehingga desa ini tidak berpenghuni lagi konon orang-orang yang sebagai penghuninya sangat malu dikatakan orang leak karena selalu ditakuti kawan –kawan yang berada di desa lain.Barulah kemudian datang sembilan orang laki-laki yang berusia sama dan berwajah mirip bagaikan orang kembar sembilan membuat sebuah bangunan sembilan kali sembilan,sebagai tempat berkumpul beribadah sekaligus tempat gundem dalam membahas pelajaran agama.Dan orang-orang ini di kenal orang dengan nama Kisanga Pati yang artinya sembilan penduduk inti dari desa ini, inilah ysng kemudian sebagai sebutan kental desa ini yaitu Desa Sanga Pati.
Menurut tutur orang tua, desa ini sudah berubah nama sebanyak kurang lebih enam kali perubahan sehingga Desa tua ini jarang dapat di ungkapkan para ahli sejarah baik sejarah sakra maupun sejarah lombok lainnya,. Adapun perubahan yang dimaksud adalah;
1. Nama asalnya ditemukan bernama desa LEAQ.[ceritra Iling almh]
2. berubah menjadi desa SANGA PATI
3. Karena suatu tragedi yang dialami Datu Selaparang didesa ini ,maka desa ini beliu namakan DESA SEBENGAK (latar belakang makam sebengak)
4. Karena desa ini merupakan tempat tinggal nya Raden. Muntar kakak sulung nya datu Sakra, maka desa ini disebut DESA SENGAKA artnya lebih besar atau sulung.
5. Untuk terhindar nya desa ini dari catatan sejarah, sekaligus menggabung kan dua bahasa yaitu bahasa jawa timur dan bahasa jawa barat dalam menyebut angka sembilan,sebagaimana kita ketahui bahwa sembilan menurut bahasa jawa timur dan jawa tengah adalah SONGO, sedangkan bahasa Sundanya atau jawa barat adalah Sangak, oleh karena itu bahasa jawa timur dan tengah di ambila awal nya saja yaitu (SO) ,sedangkan bahasa jawa barat Mengambil ujungnya yaitu (NGAK) maka jadilah desa songak dan tentunya arti yang dimaksud adalah desa sang Ki Sanga Pati
6. Demi kepentingan administrasi pemerintahan Kecamatan sakra kabupaten Lombok Timur desa songak di tiadakan ,berubah menjadi DESA KESELET,yang ada hanya lah wilayah dusun Songak,.
Aneh kan…..demi kepentingan desa, nama desa yang telah begitu permanen dan resmi sejak dahulu kala bisa di tutup dan di tiadakan begitu saja. siapa yang salah mengapa, tidaklah mesti di ungkap, namun itulah kenyataan sejarah tentang nama desa yang banyak menimbulkan teka teki ini, bagaikan ada unsur kesengajaan untuk menghilangkan nama desa tersebut.
Sehubungan dengan penyembunyian nama SONGAK tersebut menurut hemat penulis ada beberapa penyebab para ahli sejarah atau orang tertentu sehingga nama desa ini mesti dan harus di sembunyikan bahkan di hilang kan sekaligus, di antara nya ;
§ karena memang maunya keadaan
§ karena ada unsur kesengajaan orang –orang tertentu yang mungkin disebab kan karena takut kehilangan pamor sebagai orang penting dalam sejarah bahkan dalam posisi ditengah masyarakat sehingga timbul beberapa isu negatif tentang desa ini yang mengakibatkan desa ini makin di benci dan dijauhi oleh kebanyakan orang bahkan dipandang sebelah mata.Adapun isu tersebut adalah;
§ Nama Leaq menjadi desa Leak
§ Matinya semua binatang yang minum dihilir tibu Sundin pada Sungai Maronggek sampai muara di labuan haji. Peristiwa ini terjadi beberapa saat setelah musnahNya yang mulia Ilang Sabil batu bangka, yang disebabkan oleh jatuhnya senjata sakti Beruang Songak ditibu tersebut.
§ Marahnya Tuaq Gedah songak ,yang saat itu beliau sedang mengabdi menjadi patih nya datu Marong ,akibat rakyat terlalu tunduk dan hormat pada sang patih melebihi hotrmat nya kepada datu . ahirnya datu marong menjdi murka sehingga mengutus prajuritnya untuk membunuh Sang patih. namun Tuak Gedah songak bukanlah orang sembarangan yang bisa di anggap enteng. hanya dengan mengakat telunjuk kiri sambil menyebut beruang songak, perajurit yang akan membunuhnya ,, mati di tempat,,.
§ Meninggalnya Camat sakra I di songak sedangkan jenazahnya di usung ke Sakra yang kemudian persoalanm ini dijadikan bukti sejarah tentang orang songak adalah orang –orang yang tidak patut di pergauli dan sebagainya.
Inilah yang penulis maksudkan menjadi penybab sehingga orang songak sendiri terkadang enggan dan malu disebut orang Songak dan itupun hanya beberapa keturunan orang songak bahkan sampai saat ini masih ada yang malu menjadi orang songak.
LUAS WILAYAH DESA SONGAK
Wilayah desa songak saat ini menurut sensus terahir adalah sekitar kurang lebih 200 hektar terdidri dari sawah dan ladang kering setelah diambil oleh wilayah Desa Denggen dari sebelah timur selatan sedangkan dari arah barat selatan diambil lagi menjadi wilayah rumbuk sampai kali maronggek. Begitu juga dari arah barat utara diagum oleh desa keselet dan jantuk sampai pekuburan songak barat. Yang masih agak luas kearah timur utara sampai perbatasan desa Dasan lekong dan Pancor.
Jika luas wilayah saat ini kita perhatikan,sepertinya masyarakat desa ini terlalu gampang menyerahkan haknya kepada Desa yang berdekatan dengan nya. Jika begini terus saya khawatir anak cucu kelak akan tinggal dimana, padahal jika kita kembali kemasa yang lalu, lebih-lebih jika kita lihat sejarah sebelum hadirnya masyarakat tempit yang saat ini berkedudukan di Desa Denggen dan Keselet, konon wilayah Desa songak ini di sebelah utara hanya di batasi dengan wilayah Rarang dan Masbagik Pancor sampai Peneda Gandor, lalu kesebelah selatan se silak –siluk telabah saring semuanya adalah wilayah Desa Songak sampai sekaroh Batu nampar. Rupanya se iring perkembamgan zaman yang diwarnai ketidak layakan sumber daya manusianya maka inilah kenyataan yang harus diterima oleh anak cucu selaku generasi penerus sang pemula menduduki wilayah desa songak ini. Kini Masyarakat songak bagaikan katak dalam tempurung jika ingin melangkah kakinya tak dapat di angkat dengan leluasa baru melangkah sedikit kakinya sudah menginjak wilayah orang. Tidaklah terlalu mengherankan jika pada masa kehidupan hanya bertumpu pada hasil pertanian, terdapat banyak Masyarakat songak yang terpaksa menyandang gelar Maling songak yang sampai saat ini nama tersebut masih melekat pada diri orang songak.
Apa yang terungkap diatas adalah sekedar gambaran keberadaan wilayah desa songak pada zaman dahulu kala, jangan lah menjadi alasan untuk berputus asa dalam mengarungi kehidupan masa depan karena kenyataan menunjukkan kebnaran perinsip para pendahulu Masyarkat Songak yang mengatakan bahwa; hidup ini bukan terletak pada banyak sedikitnya harta yang katanya milik diri tetapi gaya hidup setiap orang sudah ditentukan oleh yang maha mengatur yaitu Alloh yang maha wenang dan berhak. Dari perinsip kebenaran hakiki diataslah sehingga orang-orang tua dulu tidak terlalu peduli terhadap apa yang konon jadi hak miliknya, walau pada mulanya terkadang ber- api-api untuk merebut haknya, tetapi setelah miliknya itu berhasil di genggam mereke serta-merta kembali kepada perinsip diatas. Hal tersebut diatas pernah terbukti sekitar awal tahun 1915 M ketika jero Kertasih sebagai Kepala desa songak .
Al kisah
Ketika Jero Kertsih menjadi Kepala Desa,beliau berjanji akan mengambil hak miliknya berupa tanah garapan wilayah Telabah saring dan konon beliau berangkat kebali mengurusnya dan berhasil dengan bukti hak milik dibawa dari bali , namun begitu sampai di pelabuhan ampenan sang pejuang ditemui teman karibnya dari Desa Rumbuk bernma Jero Kali,dengan kesepakatan yang didasari pertimbangan keamanan dengan keluarga luar menyerahkan bukti milik nya kepada sang kawan ahirnya sang jero hanya membawa tangan hampa kerumah disertai uang sekedar ganti lelah sebanyak lima belas pikul uang bolong.
Ahirnya tetaplah keadaan wilayah seperti saat ini padahal hak sudah di genggaman akibatnya masyrakat yang tahu persis keadaan ini menjadi jengkel,salah seorang keluarga memberaki pusara nya setiap hari selama sang pendendam masih hidup. dialah yang menceritrakan kisahnya setelah di kecam oleh keluarga almarhum jero Kertsih sang pendendam itu adalah Amaq raham wafat sekitar tahun 1978 M
KEKEYAAN ALAM
Desa ini termasuk desa yang tidak memimli keayaan apa-apa jika dilihat secara mata telanjang,sehingga sering kali orang bingung memikirkan kehidupan masyarakat penduduk desa miskin ini, orang luar tidak banyak yang berani mencoba hidup di desa ini bagaiman tidak,penghuninya saat ini tidak kurang dari tiga ribu jiwa, sementara tanah sawah sebagai tumpuan hidup kurang dari seratus lima puluh hektar,namun secara kenyataan tidak jarang orang orang terpaksa tinggal di songak enggan kembali kedesa asalnya
Disisi lain desa ini menyimpan banyak kekayaan jika kita mampu melihat secara cermat dan teliti,mungkin banyak orang tidak akan percaya jika di sini saya katakan ada sekian banyak harta yang konon semua harta Baginda Datu Selaparang yang I tersimpan di Desa ini. Jika ini benar adanya berarti kata-kata i-kaya yang kita ucapkan setiap hari suatu saat akan menjadi kenyataan ,ada lagi bentuk kekayaan lain yang tersimpan di desa ini yaitu sebuah kempul emas yang jika ini di bunyikan uang , harta dalam bentuk permata dan lain-lain akan terwujud dengan seketika ,cuman anda perlu bersabar menunggu datang nya siapa orang nya yang mampu menemukan benda tersebut ,karena dialah yang mampu mengambil uang dan harta tersebut untuk kita semua Penduduk Desa Songak.
Masih banyak lagi bentuk kekayaan lain berupa ksenian keahlian dan situasi desa termasuk letak geograpisnya,bukankah kekayaan namanya ,namun janganlah hendaknya semua kekayaan yang konon ada ini ditaruh dalam hati biarkan berada pada tempatnya agar kita tidak menjadi penghayal kelas kakap,ingin memilki sesuatu yang masih semu berharap beras dari langit, biarlah ada pada tempatnya tiada salahnya kita meyakini adanya agar kita tetap merasa kaya dikala sedang berusaha mencari harta buat menghidupi anak dan keluarga.
Selanjutnya kita akan coba mencermati kekayan kita yang nyata dan ini ada beberapa diantaranya Masjid Pusaka; Makam Sebengak, Makam Maling Songak, Makam Puseah ,Segeleng, Kelutuq, Damiru,Lingkuq Sanga dan lain-lain.
Sumber: http://komiteantikorupsintb.wordpress.com/2012/08/06/masjid-songak-laek-dipersimpangan-islam-suku-sasak/
[Read More...]


MASJID LAEK DAN MAKAM KERAMAT SONGAK VS PERJALANAN ISLAM SASAK




Karya: Papuq Bangak
Pendahuluan
Makam keramat songak adalah sebuah tempat yang merupakan salah satu dari sekian banyak kekayaan yang dimiliki oleh desa Songak ini .Adanya makam ini tidak bisa terlepas dari adanya Masjid tua  dia merupakan  dui tunggal bagi masyarakat desa songak, inilah salah satu keberuntungan orang songak bagaimana tidak ,cobalah kita perehatikan anjuran agama, Masjid  adalah tempat sujud makam adalah kisah terahir dari perjalanan hidup sang hamba, kedua hal ini merupakan satu kesatuan bagi kelanjutan hidup Manusia jika ini bisa kita kaji secara benar insya’Alloh kita akan selamat dan bahagia dunia wal Akhirat amin.  inilah kekayaan abadi bagi Masyarakat desa tua ini.
Terlepas dari untung rugi Masyarakat, keberadaan makam ini tidak dapat  di pisah kan dengan Masjid Pusaka yang ada di desa  ini. Konon disilah biasanya para wali sembilan bersemnedi baik secara bersama maupun secara perorangan,.Menurut beberapa Sumber yang tidak bisa kami sebutkan namanya mengatakan bahwa para wali datang melalui tempat ini yang kemudian ditandai dan selanjutnya para walipun pergi meninggalkan Desa ini melalui tempat  ini juga.sehingga di abadikanlah tempat ini menjadi tempat yang makbul.yaitu tempat cepatnya terkabul do’a.
Dalam persi lain di sebutkan pula bahwa, tempat ini merupakan tempat moksanya sang ibu yang pertama di desa ini, beliau bernama Dewi  SingaMong Mertha  tilar negari beliau di taruh oleh   paman patih kuntala  kedesa ini bersama sang suami tercinta bernama RadenMas Pangeran komala jagat yang berubah nama  menjadi Abdul Razak Tas’at setelah lama berguru kepada  ki Sanga pati baik mengenai ilmu agama maupun  ilmu lain sehingga beliau diyaqini mengganti salah seorang Sanga pati meneruskan perjuangan kepulau jawa .Untuk lebih lengkapnya kisahnya sbb.

 AL-KISAH.
         Pada zaman  ke emasan kerajaan MajaPahit dibawah kepemimpinan Baginda Raja Hayam Wuruk dengan Baginda Patih gajah mada pada penghujung abad ke 13 sekitar tahun 1291 M. di Sebarlah para pelukis Istana  keseluruh penjuru Nusantara dengan maksud untuk melukis semua putri raja yang ada dibawah kekuasaannya,dan bagi pelukis istana yang sudah berhasil dan selesai melukis diwajibkan membawa hasil lukisannya kepada  sang patih gajah mada,Rupanya ini dalah salah satu cara mengobati kekesalan sang penguasa setelah gagal mempersunting putri raja pra hyangan  yaitu Kerajaan Pajajaran  Yang bernama Diah fitaloka ,karena  kerajaan ini tidak mampu ditaklukkan oleh kerajaan maja pahit walaupun berddekatan  bahkan bertetangga.
Maka di utuslah salah seorang pelukis pilihan dari kalangan keluarga  sang raja bernama Raden Mas Pangeran pahit untuk berangkat kepulau sunda kecil,Sampailah sang pelukis dihadapan Baginda Datu Turgi yang saat itu menjadi raja Labuan Lombok karena kerajaan hanya di sana saat itu. Sang Datupun mempersilah kan Sang pangeran untuk melukis putrinya bernama Dewi  RaraKemuning, Acara melukispun berjalan sangat alot  ya namanya saja melukis lebih-lebih yang  dilukis itu adalah Putri Raja, konon hasil lukisan baginda Dewi sangat lah memuaskan sang pangeran pelukis,yang pada ahirnya  Pangeran Juru lukisn tidak  ingin memnyelesaikan lukisannya dengan segera,.Didalam kamar ,lukisan Sang dewi memenuhi dinding kamar namun sang pangeran masih saja ingin terus melukis wajah Baginda Dewi,Konon  lukisan badan dewi dalam berbagai bentuk dan gaya memenuhi semua dinding istana  Datu Labuan Lombok  tapi anehnya Sang pelukis masih saja ingin melukis wajah Sang dewi  kayangan ini.
Tibalah saatnya  giliran Baginda datu Turgi untuk berkeliling menyaksikan wajah putri tersayangnya ,tiba-tiba wajah baginda datu pucat-pasi ,seakan aliran darah terhenti  begitu melihat sebuah lukisan yang agak tertndih oleh lukisan lainya,kira-kira lukisan tersebut sulit untuk dilihat orang apabila tidak diperhatikan secara seksama,untungnya lagi belum ada orang lain yang sudah melihat lukisan itu selain baginda dan tukang lukis,dengan nafas sedikit tersengal baginda mendekati Sang pelukis, seraya berkata,Wahai Nandaku  juru lukis,bagaimana dengan lukisanmu ini,kata baginda sambil menunjukkan kepada sang  pelukis sebuah lukisan. Sambil sedikit ragu Sang pelukis menatap lukisan yang di ajukan Baginda datu,
 O…Yang ini baginda, baru kali ini hamba perhatikan,mana mungkin jawab sang Datu tidak percaya……Betul baginda…. Saya tidak sengaja melukis seperti itu,…..Nanda Pangeran aku adalah ayah dari putri yang kamu lukis, jadi apa yang ada pada lukisan Pangeran itu bukan hal yang tidak disengaja dan hal ini tidak mungkin bisa dilukis jika kamu tidak melihatnya, oleh sebab itu menurut  saya kamu sudah dengan sengaja melihat anakku sehingga kamu bisa melukisnya, sang pangeran pun tidak bisa mengelak pernyataan baginda datu,.
Sambil kebingungan Sang pangeran menunduk dan berlutut kepda Baginda ,ampuni hamba baginda ….,hamba tidak berani menolak pernyataan baginda lalu apa hukuman bagi hamba ,hamba akan menerimanya.! Agar  Pangeran tidak menganggap aku meng ada-ada kata baginda saya akan pertemukan kamu denganb putri saya, ..Sambil berharap sang pangeran     Pelukis denyutan jantung  nya semakin kencang dada bagaikan mau belah,sehingga tiba-tiba datanglah baginda  dengan diiringi DEWI  Rara, Baginda lansung mengambil lukisan yang sedang di pandang  Pangeran pait sambil bertanya kepada putrinya benarkah ada yang seperti ini   pada mu….?  Sambil menunduk Malu Sang dewi mengangguk,membenarkan lukisan itu.
 Baginda datu pun melanjutkan bicaranya, jikan pangeran ada  rasa jatuh hati pada anakku suntinglah dia ….sebenarnya adat lombok tidak membenarkan cara ini tapi karena ini terpaksa aku lakukan demi harga diri Kerajaan Lombok ini.Sang pangeran menghela napas di iringi rasa puas dalam batinnya, seraya menjawab; kalaau hamba terserah dinda rara.! Dewi pun semakin tertunduk malu tidak ada satu katapun yang mampu terucapkan .bagaimana anakku.? Tanya bainda kepada putrinya, Sang putri semakin pucat pasi ,wajah yang begitu anggun menaawan semakin manis dipandang semakin bertambah merah menunjukkan cinta yang terpendam kini tersalurkan pada  sang dambaan hati,
Kalau semuanya sudah jelas sebaiknya Pangeran mengabarkan  kejawa katakan pada orang tua disana, hati-hati jangan sampai pihak kerajaan tahu akan  hal ini,kata Datu Turgi, menghimbau kepada pengeran.! baiklah Baginda  ….kalau begitu hamba akan erangkat besok pagi  ,sekarang sudah agak malam biarlah hamba istirahat semalam.
Ke esokan hari nya sang pangeran pait pun mohon diri kepada baginda datu walau dengan berat hati untuk meninggalkan sang kekasih namun pikir dalam hati ini hanya untuk beberapa saat saja.Dengan rasa risih dia pun meninggalkan sang pujaan hati berengkat ke jawa , satu hari kemudian adik kembar nya Raden mas pangeran Komala Jati datang ke datu labuan lombok sesampai di istanapangeran pun melihat pemandangan yang indah di dalam taman istana  mata nya tertaut melihat seorang gadis sedang duduk termenung dengan pandangan kosong dan hampa  seakansedang meraih mimpi di tengah hari keadan itupun di manfaat oleh sang pangeran dengan mendekati sang gadis pangeran pun langsung menegur dengan denyutan jantung yang seakan tak dapat di kuasai dengan ramah diapun menyapa bagaikan dayung bersambut katra berjawap.
Dengan hati gemetar bibirpun gemertak sang dewi menjawab manis dengan nada terkejut keheranan kata nya raden masakan pergi ke jawa kok secepat ini sudah balik lagi, sambil menggumam dalam hati sang pangeran pun sadar bahwa kesempatan tidak pernah datang dua kali bagaikan sudah lama kenal sang pangeran pun m,enjawab ya.. baginda dewi mau nya sih begitu tapi hati tak tahan dialah yang membawa aku kembali ke hadapan mu lagi ada perasaan lain dalam hati seakan aku tak mampu  berpisah denganmu walau hanya sekejap
Demi mendengar pernyataan itu sang dewi pun langsung mengajak sang pangeran menmghadap ayah anda Datu Turgi, dengan penuh rasa pengertian baginda menyambut kembali nya sang pangeran  . Dengan ramah baginda menyapa kenapa nanda pangeran kembali..?  sang pangeran pun menjawab dengan penuh kesungguhan ya.. ayhanda….! Maunya sih begitu tapi pikir di tengah jalan rasanya lebih baikk kalau saya di nikahkan dulu baru ku bawa sekalian dewi Rara ke kerajaan maja pahit nbbiar perasaan hamba menjadi tenteram. Kalau begitu baik lah saya nikah kan kamu dengan anak ku. Tapi kamu harus berjanji untuk ttidak meninggalkan karajaan labuhan lombok karna artinya saya beranak laki-laki karna beginilah adat sasak jika kamu sanggupmaka pernikahan pun akan terlaksana sang pangeranpun menyanggupi pernikahan pun berlangsung. Singkat cerita waktupun sudah bejalan tujuh bulan sang pangeran pait pun kembali dari jawa tapi sayang untung tak dapat di raih malang pun tak dapat di tolak dengan hati penuh kecewa demi melihat kekasih nya sudah hamil  tujuh  bulan dan itupun oleh adik nya sendiri dan  dengan sangat rahasia kedatangan nya kali ini pangeran pait pun secara diam –diam  menemui adik nya dan berbicara kepada adik nya agar kejadian ini di rahasiakan cukuplah kita berdua yang tahu.
Karna sudah kedung  terlanjur saya menyampaikan kepada ayahanda di jawa berarti saya tidak akan kembali ke pulau jawa untuk itu cintai lah dewi Rara dengan sepenuh hati mu saya tetap tinggal di lombok namun saya juga tidak mampu dekat dengan kekasih hatiku . disisi lain aku sangat me nyayangi mu karna kau adalah adik satu_ satunya yang aku sayangi sebagai mana aku maenyangi diriku sendiri biar lah sebelah hati ku kecewa namun sebelah hatiku bahagia melihat engkau bahagia.  Sang pangeran pait pun meninggal kan kerajaan lombok menyelusuri pantai utara lombok hingga sampai di pelabuhan Carik di sana pangeran pait meninggalkan pantai naik menelusuri tebing gunung Rinjani sehingga sampai di kedatuan Bayan di sana lah pangeran pait menemukan jodoh nya
Konon pangeran pait menyuting putri datu bayan Raden Mas Pangeran Gaus Abdul Razak bernama Dewi Anjani  dan kebetulan datu bayan pun tidak memiliki putra mahkota sebagai penerus nya dan hanya pangeran pait lah sebagai tumpuan harapan masa depan kerajaan bayan. Kita kembali ke kerajaan lombok ber selang satu bulansetelah bertemu nya kedua nsaudara kembar itu datang lah patih Gajah Mada meng obrak abrik kedatuan lombok datu turgi pun tewas sementara raden mas komala jati bersama istri nya menyelamat kan diri dengan berlari ke utara bersama beberapa pengiring dan membentuk sebuah kerajan di Selaparang        hingga kerajaan selaparaang  menemui masa kejayaan nya  sehingga pangeran jati raja selaprang I bergelar Datu Meraja Kusuma singkat cerita waktupun sudah berjalan 17 tahun putri datu meraja kusuma bernama Dewi Mong Mertha di  sunting se orang pemuda pengembara bernama Jagat kejadian inipun tidak di restui oleh baginda datu tapi untung tak dapat di tolak ke dua pasangan ini tidak dapat di pisahkan oleh apa dan siapa pun akhir nyakemarahan datu kusuma tidak bisa di tahan. Datupun menitahkan  kepada patih Kuntala agar ke dua pasang manusia yang memadu kasih ini di lenyapkan dengan bukti kedua pasang matanya di bawa ke hadapan datu kusuma.
Ketiga orng  ini pun berjalan menelusuri pantai timur pulau lombok hiungga sampai pada sebuah tanjung di sana lah ketiga insan ini saling tangis.  Selanjut nya tempat ini di abadikan denan nama Tanjung Menangis perjalanan pun di lanjutkan ke arah selatan hingga menemui muara kali maronggek di sana lah mereka meninggalkan pantai menyusuri ke hulu sungi tersebut sesampai di tibu rundun ketiga orang ini paun naik meninggalakan kali dan menemukan sebuah bangunan tua yang di huni sembilan orang dengan rumah berjejer di bawah bangunan tua tersebut di sana lah kedua iunsan yang saling mencintai itu di titip oleh patih kontala dan kedua orang tersebut  di ganti oleh sanga pati dengan dua ekor kambing hitam .
Patih kontala pun mohon diri dengan membawa dua ekor kambing jantan dan betina setelah persoalan nya di haturkan kepada Ki sanga pati sampailah patih kontala di sebuah pancuran di sana sang patih menyembelih kedua ekor kambing ter sebut dan kedua pasang mata kabmbing tersebut di serah kan kepada datu kusuma sebagai bukti bahwa dia sudah menjalan kan titah raja . tiga tahun  sudah berlalu   raja pun mengajak sang patih untuk berburu ke selatansampailah perjalanan sang raja yang di iringi sang patih kontala di sebuah tempat di pinggir pantai  di nsana sang raja ber istirahat melepas lelah sambil menunggu burung tekukur nya di datangi tekukur liar,tiba-tiba baginda datu mendendangkan sebuah tembang maka tempat ter sebut di abadikan dengan nama Rambang tidak lama kemudian tiba-tiba datang rasa haus sementara bekal sudah habis, patih pun mengajak raja berjalan ke utara hingga sampai sebuah kolam yang sekarang terkenal denga sebutan Lingkuk Reka di sanalah baginda minum dan mandi perjalanan pun di lanjutkan tidak lama berjalan tiba-tiba datang rasa haus kembali demi melihat buah kelapa muda yang  sampai ke tanah namun sayang tak satu pun di antara kelapa itu yang ber air selanjut nya tempat tersebut di abadikan dengan nama pengoros .dan masih banyak peristiwa yang dilewati yang tidak dapat di uraikan satu persatu.maka sampailah perburuan baginda datu meraja kusuma bersama patih kuntala kesebuah tempat yang namanya keluq disana Baginda beristirahat sambil mengajak patihnya bermain ciwa disebuah batu besar dimana tempat tersebut masih ada bekas rumah ciwanya  Datu Kusuma,tidak lama setelah itu baginda merasa lapar yang amat sangat.
Paman patih , mengapa tiba-tiba saya merasa lapar sekaili? Cobalah cari mungkin disekitar sini ada desa yang bisa kita datangi buat minta bantu kata baginda. Baik lah  hamba akan coba meneliti baginda,  mohon baginda istirahat sebenta hamba akan melihat kearah utara, tidak lama kemudian ,patih Kuntala pun bergegas menghampiri  baginda, benar tuan hamba disebelah utara sana melewati sungai terlihat ada rumah tinggi besar mari kita datangi,ajak patih kepada agida,tidak lama berjalan sampailah
ditempat dimana Patih kuntala menitip Sang putri bersama suaminya, dengan rasa sedikit ragu sambil harap cemas mengajak Datu memasuki pekarangan rumah  yang masih di ingat betul oleh patih kuntala.
  Tunggu sebentar baginda ,hamba coba menemui tuan  rumah, kata patih meninggalkan Datu dihalaman rumah Komala jagat, semetara patih kuntala menghampiri  pasangan suami isteri  muda itu,patihpun menyarankan agar tuan putri tidak menampakkan wajahnya dihadapan Datu ,karena yang bersamanya kali ini adalah datu Selaparang.datupun diajak masuk dan duduk diserambi depan,patih kuntala pun mohon ijin kepada Baginda untuk ikut menyiapkan hidangan agar lebih cepat, Ketika Baginda duduk sambil menahan  menahan lapar tiba-tiba duduklah seorang anak laki-laki di pangkuan Baginda,Sambil mendongak sang Datu , anak tersebut tesenyum ramah bagaikan anak tidak asing dari Baginda.Demi mengalami kejadian ini  Baginda Kusuma menggumam sambil menjawab senyum ramah         balita laki laki yang berbadan kurus tersebut,                                                                                                    At ….sini nak… jangan duduk di pangkuan Datu !!  kata ibu anak tuan rumah tersebut ,bagaikan suara yang akrab di dengar Baginda,sambil radak bingung bagida menjawab biarkan saja kayaknya anak ini akrab sekali dengan saya sahut baginda  sambil bertambah penasaran, dalam hati bertanya –tanya, siapa gerangan punya cucu seramah ini? , Tanpa sengaja Sang putri mengambil anaknya dipangkuan datu ,,semakin teringatlah baginda terhadap putrinya yang sudah terlanjur dibunuh atas titahnya. Hidangan pun  siap ,serentak patih kuntala keluar membawa hidangan  buat aginda datu bersama tuan rumah,Tanpa banyak basa basi datu kusuma menerima santapan yang dihidangkan karena memang baginda benar-benar lapar.
                         Sarapan  sudah selesai Bagindapun menanyakan kepada patih siapa gerangan tuan rumah yang menerimanya dengan ramah tamah ini?    Tuan rumah pun menjawab hamba adalah abdurrazak tas’at putra sanga pati asli saya bersama sembilan orang yang benama sanga pati, Coba panggilkan saya istrmu !! kata baginda
 Ajak dia kesini, gemetar hati Patih Kuntala mendengar permintaan baginda, Sang ibupun keluar sambil menggendong anaknya yang di panggil Kurus itu,diapun duduk sambil memangku anaknya,tidak lama kemudian tanpa disadari anak tersebut sudah duduk kembali di pangkuan datu sambil tersenyum seakan mengejek dan mentertawakan Datu, Bagaimana paman patih dari tadi kulihat kamu diam saja seakan ragu-ragu kenapa paman patih ? patihpun menghela napas Sambil menyrahkan kerisnya kepada datu,seraya berkata ,hukumlah Hamba Baginda,Hamba selama ini mendustai dan mengingkari titah baginda, dengan keheranan datu menjawab titah yang mana? Begini Datu ..anak yang dipangkuan datu itu adlah cucu bagida  dan abdul razak tas’at ituadalah raden MasPangeran Komala jagat Putra sulung dari Kanda MasPangeran pahit, itulah sebabnya hamba mengingkari titah baginda Datu, tapi walau apa dan siapapun,  hamba tetaplah bersalah dan siap menerima hukum bunuh sekalipun, jawab sang Patih sambil menyerahkan sebilah keris yang sudah terhunus,bersamaan dengan itu seta merta hujan lebat turun Banjir di kali maronggekpun naik menggenangi desa sanga pati rajapun menjadi heran  !!!.Tidak  paman patih biarlah keadaan seperti ini kata baginda sambil terisak sedih campur heran terhadap nasib diri dan anak cucunya . mengingat teragedi ini maka desa  Sanga pati ini di namakan desa Sebengak, sedangkan keris patih Kuntala itu diberi nama Belabur Mungguq.
                   Dengan berat hati bagida datu meninggalka tempat itu hingga sampailah perjalana baginda di sebuah pancuran disana paman patih mencertrakan, bahwa di sinilah hamba menyembelih dua ekor kambing kemudian hamba katakan adalh mata anak dan menantu baginda. Dalam hal ini
Ada dua pendapat, ada yang mengatakan datu selaparang tidak kembali kekerajaan , diam di pancor ada pula yang  mengatakan datu langsung ke selaparang dan kembali lagi ke pancor dan menetap di Peseah.
                    Jadi jelaslah  kiranya bahwa  orang sebengak adalah orang Sela parang dari keturunan raja dari pihak ibunya dan bapaknya dari pihak kerjaan bayan . Waktu terus berputar  konon Komala jagad ikut bergabung menganti salah seorang dari Wali sanga sedangkan sang ibu dipanggil mertua nya, untuk menetap digunung rinjani sebagai penguasa jin. Sebelum, berangkat diapun pamit kepada anak cucunya di sebengak dengan alasan dia akan pergi sementara, jika nanti dia tidak kembali tapi dia tetap akan melindungi  anak cucu keturunannya sampai dunia berahir,  Sang ibupun pergi dengan meninggalkan Wasiat jika saya tidak kembali ,tapi kalian ingin bewrtemu aku, datangilah saya ketempat saya menghilang melalui masjid Pusaka dengan membawa apa adanya jangan memaksakan diri atau dipaksa  siapapun.  Inilah yang melatar belakangi acara ngayu-aytu setiap senin dan kamis bagi yang berhajat pada setiap menemukan persoalan.
                       Demikianlah kisah  adanya  makam  Sebengak yang sekarang di sebut Makam  keramat  Songak,jangan percaya jika  disustu saat kelak ada yang membuat ceritra baru tentang siapa yang memiliki bahkan jika ada yang mengatakan.ada orang yang di kuburkan di sana, pada lingkungan makam tersebut tidak ada orang yang mampu  menggali liang  kubur  ditempat itu       sebab tempat itu terdiri atas batu cadas yang tidak dapat digali dengan sekedar linggis  melainkan harus menggali dengan betel layaknya menggali sumur ,jadi tidak mungkin ada orang yang di kuburkan di tempat itu,                        Tahun 2008  ter ukirlah sejarah baru pada makam itu disana dikuburkan Amak DIRUN dia adalah seorang penjaga makam itu entah apa maksud yang terselip dihati keluarganya sehingga diku –burkan keluarganya di tempat itu,Namun harapan saya cukuplah kita mencoreng sejarah,membuatkan  orang dosa, karena tempat itu dipergunakan masyarakat untuk mengadakan kegiatan beberapa ritual adat,jika demikian berarti tempat ini tidak bisa lagi dipergunakan buat acara tersebut. sebab agama melarang kita mengadakan kegiatan di atas kuburan.wallohu a’lam.
                Sebagai tempat yang dipergunakan Masyarakat ,tempat ini jugamengalami perubahan sebagimana telah kami jelaskan diatas,Namun itulah manusia tidak pernah mmampu melestarikan walau sekilas kita lihat sepertinya dipelihara namun hakekatnya dirubah bahkan  dinodai  makam ini sering di pugar baik luar maupun dalamnya dari tahun ketahun sesuai perkembangan zaman. Pada awalnya dulu kita jumpai tempat ini hanya sekedar tumpukan tanah yang tersusun layaknya sebuah kuburan ,bentuknya itu kemudian di taruhkan nisan dari kayu biasa kayu itu kemudian di kasi kain putih setiap terlihat lusuh, sedangkan luarnya dikelilingi  pagar kayu hidup berupa pohon jarak demikian juga halamanya dulu di kelilingi  pohon campuran seprti jarak, patah tulang, belatung dll.  Baru setelah di kukuh kan oleh Hajji Abdul Majid Pancor sekitar tahun 1929 bersama Guru Dana Anjani dan Jero kertsih Kepala Desa songak , disertai Raden Sujono Selong.Mulailah ditembok dengan bata mentah menggantikan pohon jaraknya yang selanjutnya   oleh penjaganya Amaq Dirun ditata dengan lebih baik lagi.dan dlanjutkan oleh anak-anaknya menjadi seperti ini walau tidak lepas dari turun tangan Masyarakat  sebagai  penyandang dana.
MAKAM  PUSEAH
  Makam Puseah adalah sebuah makam yang dianggap memiliki kelebihan oleh beberapa Masya -rakat songak,tempatnya persis diperbatasan wilayah songak dengan wilayah Pancor danDasan Lekong memang ditempat itu terdapat sebuah makam seseorang yang dulunya bernama Sayyid abu Syi’ah salah seorang dari sembilan wali ,dari Sanga pati yang posisinya diganti oleh abdurrazaq tas’at alias Raden Mas Pangeran Komala Jagat sebagaimana yang telah di kisahkan di atas. Sayyid Abu Syi’ah dalam kehidupan sehari-harinya  oleh Masyarakat songak di sebut  Papuq Seah, beliau adalah sosok yang diyaqini Masyarakat Songak masih setia melindungiu anak cucunya dari berbagai ancaman yang akan  menjerumuskan nya dari ancaman mara bahaya.itulah sebabnya ditempatkan disana agar gampang mengawasi anak cucunya yang di Songak dan di pancor.
    Konon  orang yang satu ini sering menampakkan diri sampai saat ini terutama ketika sese-orang sudah mulai menampak kan rasa takabbur yang berlebih lebihan di dalam arena perisean, beliau sering nampak sebagai pepadu yang sangat di remehkan ditengah kalangan,tetapi ketika sudah mulai berperisian sering kali membuat  pepadu sombong itu tidak bisa berkutik di  tengah kalangan, terkadang dia nampak sebagi pemburu burung tekukur, berjalan dengan memikul kurungan burung.sam-
Pai saat ini .                                                                                                                    Sering dalam kegawatan diluar wilayah beliau mendatangi dan membantu anak cucunya yang dari Songak ketika menemukan kegawatan bersama orang lain.Terkadang dia menampakkan diri sebagai orang yang dipercaya untuk mengangkat kebangsawanan orang-orang   yang  ingin  menjadi bangsawan,menghargai orang yang gila hormat seperti yang dialami oleh bangsawan  Betok Tunjuk ,padahal bangsawan ini bersal dari  orang yang kerjanya mencari betok, namun pada suatu hari  setelah banyak mendapat betok,mereka membakar betoknya setelah masak maka betok itu di ataur  rapi layaknya akan dihidangkan    pada seorang bangsawan,begitu hidangan itu     siap disantap orang tersebut layaknya orang gila mempersilahkan diri nya  seperti mempersilahkan seorang bangsawan , ketika itu muncullah papuq seah meresmikan kebangsawnan orang itu menjadi Bangsawan betok Tunjuk,.
               Sementara itu ada juga orang yang beranggapan bahwa Sayyid Abu Syi’ah itu  adalah  salah seorang  dari Sanga pati, menjelma menjadi Datu Selaparang,  Abdurrazak Tas’at  alias Komala Jagat bahkan menjelma menjadi Guru Dana, Baloq Tui  sampai kepada Buling Magas sampai saat ini dia menjelma entah jadi siapa, karena dia bertugas melindungi anak keturunannya sampai ahir dunia.dan sampai kini  beliau  ada  dimana saja dan jadi siapapun, namun beliau tetap diyaqini ada dipeseah..
   Jika pernyataan diatas kita ikuti ,bagaikan kita di ajak kealam tidak sadar  tapi ini adalah sekedar ceritra tentang kekaguman terhadap Ki Sayyid Abu Syi’ah yang sampai saat ini masih  menjadi Papuq  Seah ,Panggilan akrab bagi Orang songak terhadap  kanjeng sayyid. . Kekaguman dan keyaqinan ini bukan nya tidak beralasan kata orang tua dulu. Tapi ini adalah kenyataan, ambilah contoh ketika  dia menjadi juru penyelamat terhgadap Baluq Dungki(tukang tembak setan)  konon suatu ketika  kandung kencing nya (telor bahasa songak) tersangkut duri liar (ruin gait bahasa songak) ketika baluq dungki meloncat mengejar setan buruannya..  Oleh karena itu ketika petir menyambar dengan dahsyat nya orang mengatakan,, jauq langan balok dungki saya dari songak,,Insay Alloh akan selamat dari petir, Mantera (kata yang memiliki kekuatan gaib) ini masih tetap di yaqini sampai saat ini.
Belum lagi ketika sayyid abu syi’ah menjadi guru mintar yang pada zaman Anak Agung sampai setelah indonesia merdeka di atas tahun 1945 masih di tanyakan di mana raden muntar berada sementara waktu itu  Raden Muntar sedang menjadi Guru Mintar.  Guru mintar sendiri hobinya main layang –layang, pada suwatu saat Guru mintar sedang asik main layang –layang di padania  entah dari mana dia tahu kalo dia sedang di buru, begitu sang pencari hampir menangkap nya  layang –layang nya sengaja di putus kan lalu dia sengaja mengejar layangan nya untuk menghindari kejaran sang pencarinya begitu sampai di peseah dia pun sirna sang pemburu kehilangan arah merekapun menjadi bingung mencari guru mintar.  Akhiranya sang penburu pun kembali dengan kecewa kejadian seperti ini terjadi berulang  kali .
Dalam hal ini konon ada saja orang sebagai penunjuk gelap yang memberi tahu kan tentang guru mintar itu adalah Raden Muntar yang di cari-cari . Bagi kita anak cucu guru mintar di larang telalu akrap bersama keluarga sang penunjuk gelap itu karna dia tidak bisa di percaya  karna orang tersebut tidak senang  melihat ketentraman keluarga . Orang semacam ini biasa di sebut Roang Ruyung (tidak punya pendirian,suka berpitnah ) keturunan siapa kah itu penulis tidak akan cantum kan dalam tulisan ini biar lah penulis saja yang tahu . yang jelas ciri orang tersebut halus di hadapan kita namun di belakang kita dia menjelek-jelek kan .
SIAPAKAH SYAYYID ABU SY’AH?
Beliau adalah salah seorang  kerabat sekaligus Murid kesayangan Baginda Ali bin Abi talib Karromallohu wajhah, Abu Syi’ah  adalah seseorang yang sangat di percaya oleh baginda Ali untuk  Menyebar kan Islam keseluruh  Dunia,sehingga Abu Syi’ah mengislam kan orang sesuai dengan keadaan dan kondisi  dimana dia berada.Abu Syi’ah juga terkenal Dekat denganm Nabi Haidir a.s.  Jadi tidaklah aneh apa saja yang diceritrakan diatas mengenai Abu Syi’ah,Baik mengenai perubahan nama dari seseorang menjadi sosok orang lain ,atau mau berada dimana dalm waktu  apa saja,  itu semua tidak ada kesuilitan bagi orang yang takarrub kepada Alloh swt,kisah ini tidak ada sumber yang pasti,karena ini adalah cerira orang tua yang ada disongak yaitu dari guru Kodal yang juga diyaqini penjelmaan dari Abu Syi’ah .Guru Kodal  ber ceritra langsung kepada Iling Cucu Sulung kesayangannya Putri dari   Guru Iling.Walau demikian Bagi penulis ceritra ini sangat di yaqini kebenaran nya karena cerira ini dilarang untuk di ceritrakan kepada orang yang keyaqinannya terhadap kekuasaan Alloh masih di anggap kurang,Inilah juga yang merupakan keyaqinan Masyarakat Songak sehingga mereka dengan begitu teguh mempertahankan keyaqinannya,dan orang tua dulu di Desa ini tidak berani  diketahui sebagaai   orang beriman bahkan sampai orang sudah secara menyeluruh di lombok sebagai orang Islam Wallohu A’lam
Demikian lah sekilas kisah makam puseah yang sebenarnya adalah makam sayyid abu syi’ah yang harus di pelihara agar keberadaan nya tetap lestari karna ini adalah makam orang  keramat tetapi nampak nya jarang di antara kita yang mengetahui keberadaan makam tersebut padahal jika kita perhatikan kisah nya tidaklah  berbeda dengan makam sebengak ataupun masjid pusaka .
MAKAM SUNGKIQ
                Makam sungkiq  juga salah satu  aset yang dimiliki oleh desa ini walaupun tempatnya diwilayah pada mara yaitu perbatasan antara keselet dengan pada mara  tepatnya di pinggir sungai  pada bangunan dam perairan subak keselet dan subak rumbuk termasuk sebagian subak pada mara. Tempat inilah yang di namakan Dam Sungkiq,Keberadaan makam ini jarang diketahui orang ,walau demikian ada saja orang yang  memperbaiki tempat ini,entah dari mana mereka tahu,dan apa yang mendorong orang untuk memperbaiki keadaan makam  ini.bukankah ini  satu keanehan?
               Posisi makam ini juga sangatlah terisolir jauh dari jalan besar .sehingga orang yang akan ziarah harus jalan kaki dari lumayan jauh,namun dari  mana  orang tau tempat ini siapa yang ceritra tentang keberadaan makam ini? Yang mengherankan kita juga kenapa ini dikatakan  milik orang songak  bahkan Makam ini disebut makam maling songak,sementara tempatnya di sebelah utara Desa Keselet hampir berdekatan dengan Wialayah Pada mara . dari beberapa sumber  mwenceriterakan, ternyata  keberadaannya di tempat ini dilatar belakangi kisah sebagai berikut:
   Konon pada suatu ketika guru Iling sedang  aktif menjalan kan  tugasnya sebagai kiyai setiap hari menghadiri undangan secara bergilir keseluruh wilayah pulau Lombok bagian selatan ,karena yang bertugas diwilayah utara adalah  guru dana,wilayah tugas Guru Iling mulai dari labuan Lombok keselatan sampai wilayah Kuripan,karena luasnya wilayah kerjanya maka guru iling hanya ada dirumah pada bulan suwung saja, pada bulan sung yang ketiga beliau berangkat lagi meninggalkan anak cucunya dirumah .agar bekal anak cucunya selama ditinggalkan dapat mencukupi, sang gurupun berpesan kepada anak cucunya,Sekarang musim panen,agar bekalmu tidak cepat habis,kalian jangan dulu makan bekalmu yang ada,cobalah kalian pergi mencari mumpung masih ada tempat kamu mnencari,barulah nanti sesudah musim tidak ada tempat untuk mencari  kalian mengambil hasil panen kalian untuk makan.               .
Nasehat guru Iling inilah yang salah diartikan oleh anak cucunya, sehingga orang songak senantiasa mengambil padinya orang pada setiap musim panen  untuk dimakan sehingga sampai saat ini masih terkenal  maling songak.karena lama kelamaan mencuri ini berubah menjadi ajang untuk mencoba keampuhan ilmu kebalnya,Terdengarlah ceritera bahwa diwilayah Pada mara ada seorang pepadu yang terkenal sombong dan angkuh,yang senan tiasa mengatakan ,kalau ada orang yang berani melawannya,pasti orang itu sudah mencari ajalnya,karena orang yang berani mencoba saya kata sang pepadu siat ,selama ini belum pernah ada yang hidup pasti dia mati ditangan saya.
 Sesumbar ini terdengar oleh Suraga .Demi mendengar ini suraga menanyakan dimana biasanya orang itu,ternyata orang tersebut punya sawah di orong sungkiq  dan saat itu sang pepadu padamara sedang menunggu kapas,suragapun memetik kapas orang tersebut sehingga orang tersebut menjadi marah dan langsung sesumbar,selama ini belum pernah ada orang yang berani mengambil milik saya karena pasti dia akan mati ditangan saya,tanpa banyak komentar kedua orang ini saling memperlihatkan kekebalannya sepanjang malam  pada malam kedua sang pepadu  sudah merasa kalau lawannya kali ini cukup tangguh pada pagi harinya secara diam-diam  mengundang para pepadu dari beberapa desa, namun suraga belum dapat ditaklukkan , pada ahir malam  ketiga sang pepadu padamara tertiak sekuat tenaga memnggil orang sekitarnya, maka semua masyarakat yang mendengar teriakan maling dari sang pepadu keluar mengejar dan menangkap suraga, karena yang datang kali ini adalah masyarakat yang tidak ada salahnya suraga pun memilih lari tidak melawan .Ahirnya Suraga menjadi bulan-bulanan masyarakat banyak.                                                                                        Karena memang tugas dari papuseah untuk melindungi anak cucunya maka sang pencuripun dibawa kabur dan hilang di tempat itu. Keesokan harinya dilihat lagi oleh sang pepadu padamara seseorang yang digendong dalam keadaan babak belur, pepadu pun kembali berteriak keras sehingga semua orang melihat nya,orang banyakpun mengejarnya sampai di tempat itu sang pencuripun hilang.kejadian dan penyaksian semacam ini bukan hanya satu dua kali tetapi berulang kali orang padamara jantuk maupun keselet menyaksikannya dikejar-kejar tetapi selalu lenyap dimakam sungkiq sekarang ini.
      Disisi lain suraga sehat dan terasa tidak pernah apa-apa dengan pukulan dan keroyokan orang banyak,dia ceritera di rumah tentang kejadian itu,Dengan maksud agar anak cucunya jangan suka sombong seperti pepadu padamara  yang sok ceritra membunuh orang, sok berani,sok mengaku mumpuni, kita harus ingat bahwa:diatas langit ada langit,pada dasarnya tidak ada manusia yang kebal hanya  yang kuasa saja mengabulkan mantera andalannya,jika  yang kuasa tidak mengabulkan manteranya,dia pasti luluh terkena senjata tajam ,Sambung Suraga ,yang pada ahir keberadaannya disongak terkenal dengan sebutan papuq buwuk.yang setelah kita selidiki siapa punya keluarga ? trernyata orang-orang tua disongak tidak ada yang mengakui, katanya tiba –tiba saja dia datang, kemana saja dia mau, dan makan jika ada orang yang kebetulan mau memberinya,jika tidak ada dia tetap berdiang siang ataupun malam,jarang ditemui tidur oleh orang.selalu di temui duduk dekat perapian alias berdiang.sesekali orang tua dulu yang sudah tau kekebalan papuk buwuk,bermain-mai begitu melihat papuk buwuk tertidur duduk di dekat api ,iseng menghantam papuq ini dengan pedang atau membacoknya dari  belakang ternyata  ‘’PAPUQ BUWUK ‘’juga iseng berpura pura mengatakan “banyak juga nyamuk iseng disini” sambil menggaruk bekas bacokan atau hantaman itu.konon juga sering orang minta tolong untuk dikupaskan kelapa diapaun  menjadikan lututnya sebagai landasan.
       Lama-kelamaan  tanpa  ada orang yang memperhatikan tiba-tiba papuq buwuk ini hilang baru setelah lama hilangnya orang tua dulu baru sadar bahwa papuq buwuk di tanya-tanyakan kemana perginya, setelah itu terdengar lah buling magas dari sempong  tetapi persis seperti papuq Buwuk,buling magas wafat,muncul lagi di aik gering juga sama dengan papuq buwuk,yang hilang dan terahir sekitar tahun 2007 meninggal lagi baluq atih kelongkong juga persis baluq buwuk.sebelum meninggal banyaklah orang-orang songak dan orang desa lain yang mendatangi baluq kelongkong ini dengan harapan apa entah penulispun tidak bisa menjelaskan maksud orang mendatanginya.beliaulah yang memerintahkan kepada orang songak  yang sering mendatanginya,agar makam sungkiq ini di pelihara oleh orang songak,karena makam sungkiq itu bukan orang lain melainkan orang songak yang punya” jelas baluq atih kelongkong.”
 Ketika makam ini dibangunkan  sebuah rumah dan tempatnya sudah di jadikan sebuah bangunan layaknya sebuah rumah sederhana dan sebagai isinya adalah makam itu sendiri rampung di  bangunkan hadirlah baluq gonda alias baluq atih meresmikan keberadaannya dan sampai saat ini makam tersebut masih tetap dirawat oleh keluarga AMAQ  RUHI Almarhum yang sekarang berada di dusun Gerantung Desa Padamara kecamatan sukamulia, perbatasan dengan desa rumbuk Kecamatan Sakra.
     Demikian sekilas kisah makam sungkiq yang bersumber dari:
- Baluq Gonda Kelongkong di ceritakan  Amaq Samidi (pengagum baluq Gonda.
 - Amaq Maryam Sekdes Keselet dkk.
KELUTUQ DAMIRU
Kelutuq adalah sebuah tempat yang dianggap keramat oleh Masyarakat songak dan sekitarnya, sekali gus merupakan salah satu aset  desa Songak walau tempat ini berada diwilayah Rumbuk  berbatasan dengan wilayah lenting. Kelutuq ini diyaqini masarakat desa songak  sebagai tempat peristirahatan baginda datu selaparang ketika berburu kewilayah selatan dan damiru tempat mandinya,karena di tempat ini masih terdapat tempat  bermain ciwa di atas  sebuah batu  besar yang tedapat dilingkungan itu. Walau baginda Datu selaparang sudah lama tiada  namun menurut beberapa orang yang teriman (dapat menembus dunia gaib) konon sering bertemu beliau di tempat ini.
Sumber lain mengatakan bahwa Kelutuq damiru ini adalah tempat berhaluatnya baginda wali sembilan  dan damiru tempat mandi dan wuduknya para  Sanga pati ketika  hendak melaksanakan haluat di kelutuq,dikatakan demikian konon tempat ini sampai sekarang  orang sering  minta tolong dari  kesusahan kepada kanjeng Sanga pati  dengan cara bertapa di tempat yang satu ini. Menurut hemat penulis inilah  ceritra yang lebih mendekati,jika kita hubungkan dengan keberadaan kisah sanga pati,atau ceritra orang tua dulu tentang keberadaan Kanjeng Sayyid abu Syi’ah yang diyaqini sebagai guru dari Sanga pati atau wali songo .
Sementara ada juga yang mngatakan bahwa tempat ini  merupakan tempat yang dipergunakan datu selaparang sebagai tempat persembunyian ketika di kejar oleh pasukan karang asem Bali.sehingga semua pengikutnya tinggal disana  atas petunjuk Abdurrazak tas’at.Orang tua diSongak
Yang selanjut terkenal dengan sebutan Komla jagat Suami dari Dewi singa mong mertha tilar negari putri Datu Selaparang sendiri.Karena ini adalah petunjuk dari Komala jagat  sehingga tidak ada seorang pun yang dapat mendeteksi tempat ini maka para pemuka selaparang , amanlah  dari kejaran musuh yang hedak membabat habis keturunan datu selaparang.yang selanjutnya para kerabat dan pemuka selaparang menjadi masyarakat Gereneng lenting montong tangi  sampai rumbukkabar moyot ,sampai peneda gandor  sura baya lepakdan pijot.Sedang kadtu selaparang di rahasiakan keberadaannya, ada yang mengatakan dia musnah entah kemana tapi ada juga yang mengatakan bahwa  dialah yang menjadi Guru baok,guru bangkol dan lain –lain.
Ada juga yang mengatakan bahwa datu selaparang tidak pernah meninggalkan selaparang mengikuti kerabat dan pumuka selaparang, yang di kejar anak agung itu hanyalah para pengiring datu atau rakyat  selaparang sedangkan datu selaparang  ketika itu sudah ada di songak bersama keluarganya .Dilindungi Komalajagat.Selanjutnya ada juga yang mengatakan datu Selaparang serng di cari oleh rakyat nya untuk membentuk sebuah kerajaan di desa in namun Baginda tidak bersedia karena memang ini lah perjalanan sejarah, seandainya tidak demikian apa si susahnya menghadapi Karang asem bali, yang tidak  meyaqini kekuasaan  dan Keagungan Alloh? Semoga kalian memahami apa yang saya katakan  jelasd baginda .
Jadi biarkan lah kami hidup menjalankan garis ketentuian yang maha menentukan,dan kalian jangan hawatir kami akan tetap menjaga kalian,Saat itulah baginda menunjukan para pencinta dan pengagumnya tempat tinggal, biarlah selaparang ,mari kita hidup damai di tempat mana  saya tunjukan , sejak saat itu ada yang di pengadangan ,ada yang di jurit , Masbagik sampai mamben, Sementara baginda Datu  merubah nama nya,menjadi rakyat biasa tanpa ada embel-embel kebangsawanan nya,cukup dengan nama yang di berikan sejak lahir, itulah rupanya sehingga desa ini belum pernah ada bangsawan apapun juga yang bertempat tinggal di dalamnya.
Agar baginda memiliki perbedaan dengan masyarakat biasa tetapi oleh orang beliau di berikan gelar guru, karena beliau tetap jadi panutan hidup.masyarakat songak, karena beliau memeliohara jenggotnya amaka aorang songak memanggilnya guru baok,kemudian keturunannya  yang disongak bergelar guru bagi yang memiliki kemampuan  di bidang adat gama,walaupun demikian tidaklah semua keturuinannya  yang berhak menyadang gelar guru namun terbatas pada keturunannya yang wajar, maka seteusnya terdengarlah nama guru mintar  guru kodal guru iling dan seterusnya.gelar guru itu hilang dan berubah tempat  kini tidak adalagi yang diserbut guru di desa ini.
Untuk melindungi anak cucunya maka baginda datu bersama komala jagat membuat batas wilayah yang membatasi  langkah orang yang ingin mencelakai orang songak karena  dari dulu terkenal suka membuat keonaran sehingga orang menjadi marah,Sering desa ini  ingin dihancurkan masyarakat luar,tapi belum pernah ada yang bisa memasuki batas yang suda di tentukan baginda Datu  yaitu sebelah utara  pesweah yang jaika kita tarik garis lurus kebarat sejajar dengan makam sungkiq. Dari makam sungkiq keselatan sejajar dengan kelutuk damiru dari kelutuq keutara sejajar dengan puseah,.jika keempat tempat ini kita hubungkan dengan garis  maka akan tergambar wilayah  perlidungan desa ini sebuah gamabar empat persegi panjang. Konon orang-orang yang ingin mengempur desa ini di hambat oleh orang yang kadang di beri pengertian agar mereka menyadari bahwa pekerjaannya ini hanya mengikuti hawa nafsu balaka, terkadang juga di hadapi pasukan yang sudah siap tepur melawannya sehingga merasa takut. Dll.
Sumber: http://komiteantikorupsintb.wordpress.com/2012/08/06/masjid-laek-dan-makam-keramat-songak-vs-perjalanan-islam-sasak/
[Read More...]


SEJARAH MASJID KUNO SONGAK LOMBOK TIMUR NTB






Ole: Papuq Bangak
Masjid Pusaka ini adalah termasuk salah satu aset Desa Songak yang sekaligus merupakan kekayaan yang tiada ternilai harganya bagi Masyarakat  desa Songak ,bahkan bagi semua umnat Islam di pulau lombok tercinta ini. mengapa demikian…..sebab Masjid adalah rohmatalli’alamin, namun kenyataannya tidak lah demikian Masjid pusaka ini hanyalah rohmatallissonga’I  itupun hanya untuk sebagian kecil masyarakat songak.. Hal ini disebabkan karena keterbatasan pengetahuan dan kesadaran akan keutamaan Masjid.  .Kita bagaikan tak tahu diuntung ,banyak menyia-nyiakan kesempatan untuk mendatangi masjid padahal tidak ada diantara kita semua yang tidak tahu bahwa masjid itu  baitulloh (Rumah Alloh) yang semestinya kita senang  mendatanginya. namun kita dalam keadaan terbalik, malah kita semua  lebih senang mendatangi rumah para  pejabat agar mendapat sekedar sapaan dari sang pejabat sebagai pemilik rumah. sedangkan safaan ramah dari Alloh yang maha mulia tidak  prnah kita harafkan, ini adalah keadaan masjid secara umum,terlebih lagi Masjid Pusaka ini adalah peninggalan para  kiyayi yang mumpuni dibidang ilmu agama bahkan ada yang mengatakan  bahwa Ki Sanga Pati itu adalah sekelompok jamaah para Waliyulloh yang cukup takarrub kepada alloh azzawa jalla.

Alkisah.
Setelah sekian lama desa ini sepi tanpa berpenghuni akibat dari tidak betah menjadi masyarakat yang di cap sebagai masyarakat leak,. Pada ahir abad ketiga belasan sekitar tahun 1299 M datang lah sembilan orang  seperti orang kembar sembilan  yang menamakan dirinya Kisanga Pati merekalah  yang kemudian menjadi penghuni baru desa  sepi ini.,rupanya para wali memang sengaja mencari tempat yang jauh dari  keramaian, wajarlah  kiranya jika  bekas desa ini menjadi pilihan mereka sebab desa ini  sudah dijauhi penduduknya dan apalagi orang lain,pada waktu  itu konon tidak ada manusia yang berani melintasi desa kosong penghuni ini,walau sudah bertahun tahun sanga pati  tinggal ditempat ini barulah diketahui orang setelah tiba-tiba Masjid ini di bangun.oleh para wali.
Masjid ini dibangun sebagai tempat ibadah sekiligus sebagai tempat bersemedi dan orang yang membangun Masjid ini sembilan orang yang kemudian terkenal dengan sebutan;Sanga Pati,tepatnya kira-kira sekitar tahun 1309 M.Konon  Masjid ini dibungun tidak seperti layaknya  membangun biasa, Para wali bekerja tidak sepert tukang rumah dengan menggunakan alat  seperti palu pahat dan lain-lain,namun pembamgunan ini merupakan hasil semedi dari  kesembilan wali ini,yang secara kebetulan sedang membuktikan  sebuah ilmu Laduni yang diperoleh bersama ,selama dalam persemediannya.Dengan kekuatan Batin  SangaPati konon  ada tujuh Masjid di Pulau Lombok yang dibangun dalam waktu yang bersamaan ditempat yang berbeda bahakan nyebar di seluruh pulau Lombok.
Demikianlah sedikit kisah  Pembangunan  Masjid Pusaka yang  sudah lama menjadi teka-teki tentang keberadaanya,diDesa Songak , Kini Desa Songak tidak lagi desa yang di takuti orang  karena  tidak lagi desa leak melainkan Desa Sanga  pati,Desa tempat berdirinya Masjid sebagai tempat ibadahnya semua umat Islam yang ada di lombok timur dan sekitarnya. Selanjut nya Masjid ini diyaqini oleh Masyarakat Songak sebagai tempat penyimpanan semua kekayaan Datu selaparang I ,sebagai mana sudah di singgung diatas.Juga Masjid ini oleh Masyarakat Songak dahulu,dijadikan  sebagai ajang pertahanan  dari serangan musuh baik secara per orangan maupun secara berkelompok..
Sebagai bukti sejarah mengenai penggunaannya sebagai tempat berlindung dari gangguan musuh , penulis mengulas sebuah kisah kegiatan yang oleh orang tua dulu di sebut Mangkat, Mangkat adalah sebuah ritual yang dilaksanakan ketika orang tua dulu akan berangkat berperang ketika diperitah datu sakra. Ketika akan berangkat perang para orang tua dulu senantiasa melaksanakan  ritual in, deangan cara ;Semua yang akan berangkat sebagai Syuhada’ berkumpul dulu diMasjid pusaka ini, setelah kumpul barulah pemimpin membakar kemenyan ,Sang pemimpin duduk bersimpuh menghadap kearah mimbar dengan berdoa (doanya tidak bisa di share)
Sehabis ber do’a barulah mengambil pelapah enau kecil kemudian di kalungkan keleher ,para hadirin  mengikuti apa yang dilakukan sang Imam setelah siap berkalung  ujung pelapah eneu  sang pemimpin di ikuti berkeliling masjid sebanyak  tujuh kali putaran  layaknya orang tawaf di baitulloh Sambil berjalan berputar dengan membawa kemenyan yang mengepul sambil terus sang pemimpin mengumandangkan do’a diatas, selesai ritual barulah boleh berangkat kemana  tempat yang ditunjukkan bagida datu. Bagi pasukan yang tidak mengikuti ritual tidak di perbolehkan ikut pergi berperang, jika dia tetap bersikeras dia harus bertarung dulu melawan pemimpin pasukan, jika diperbolehkan barulah bisa bergabung tetapi jika tidak diperbolehkan namun nekad , berarti dia akan terbunuh oleh musuh di medan perang, Selain dipergunakan sebagai tempat ritual Mangkat, Masjid pusaka ini juga di pergunakan sebagai tempat pengesahan minyak Ki Sanga pati yang sekarang terkenal dengan minyak songak setiap tanggal 12 Rabi’ul awwal setiap tahun dengan ritual mulut adat yang wajib dilaksanakan setiap tanggal kelahiran Nabi Muhammad s.a.w itu,.Mengenai bagaimana rituialnya akan dijelaskan pada judul tersendiri insya’alloh
Masjid pusaka ini sejak dahulu kala ,jika kita perhatikan dengan seksama se akan tidak pernah sunyi dari berbagai kegiatan masyarakat, baik yang sifatnya peribadi maupun yang bersipat kemasyarakatan,kita maswih jumpai kegiatan masyarakat setiap bulan Muharam Masyarakat secara bersama mengadakan ritual Bubur putiq  setiap tanggal lima kadang tanggal sepuluh atau paling lambat tanggal lima belas Muharam ..Selanjutnya pada bulan safar juga diadakan  rituyal Bubur beaq  bulan berikutnya adalah bulan Mulut alias Bulan Rabi’ul awwal tentunya diadakan perayaan maulid adat sebagaimana telah di sampaikan diatas.Hanya ada tiga bulan berturut-turut Masjid ini sunyi dari kegiatan Kemasyrakatan,yang oleh  orang tua dulu menyebutnya bulan suwung.pada tiga bulan ini hanya ada kegitan biasa sebagaimana layaknya masjid pada umumnya .yaitu kegiatan setiap waktu setiap jumat dan setiap hari besar Islam lainya.
Demikianlah sekilas mengenai kegiatan Masyarakat Desa Songak dalam memfaatkan peneinggalan dari  sang Sanga pati yang namanya ter ukir indah pada sebutan nama de itu sendiri yaitu desa  Songak.
PERKEMBANGAN MASJID PUSAKA
Sebagai mana layaknya Masjid pada umumnya ,Masjid ini juga  mendapat perhatian dari masyarakat Songak dahulu,sesuai dengan kemampuan dan tingkat daya fikir masarakat dalam setiap kurun waktu,Pada awalnya konon masjid ini pernah selama kurun waktu 190 tahun sejak dibangun tahun  1309M. baru pada tahun 1499M untuk pertama kali atap alang-alangnya di ganti  , yang kedua berjarak lima puluh tahunan sekitar  1449M untuk yang keduanya setelah itu penggantian alang alang  berjarak dua pluh lima tahun ,untuk penggantian selanjutnya.hingga tahun 1719 M. datang lah Anak agung ke Kerajaan Parwa dadi masjid ini seakan  tidak berani diadakan kegiatan apapun secara terang terangan ,Masyarakat tidak berani mengatan bahwa ini adalah Masjid melainkan tempat suci ini disebut Langgar ,bahkan pada kali lain anak Agung lewat dan menanyakan bangunan tua ini Masyarakat Songak menyebutnya bale Bleq tempat pertemuan Banjar,Setelah lama anak agung karangasem tidak banyak lagi menanyakan masalah agama bahkan kerukunan hidup antar umat Islam dan penganut agama hindu budha mulai bisa berjalan hingga menjelang ahir  abad ke 18 sekitar tahun1897-1899 masjid ini mulai dibangunkan Kolam di halaman masjid tua ini,jalan menuju induk Masjd ditengah tengah.Sebelah  kiri, kolam buat jamaah perempuan sebelah kanan ,kolam buat orang laki-laki kegiatan ini adalah ahir dari acara pembuatan Jembatan yang menghubungi Desa Songak dan rumbuk.               Inilah awal dari perubahan bentuk dari Bangunan kuno ini menjadi bangunan  moderen sesuai perkembangan peradaban manusia pada zaman itu,Msjid kuno ini  mulai di semen serambinya sedang kan pondasi bangunan tetap dari tanah. Tempat berdirinya keempat tiang induknya Mulai daganti Mulanya menggunakan batu sebagai cendi’ kini diganti dengan bok yang di buat dari tanah liat yang dibakar dan dilapis semen, persis kaya bok yang dijadikan jarak setiap kilo meter di jalan raya zaman belanda.Walau serambi ,cendi’sudah dlapisii semen namun keasliannya masih terlestariakan,baik ukuran besarnya jumlah tiang pada pinggirnya maupun pagar ansak sajinya bahkan ketinggian pondasinya.
Baru pada tahun 1920 datanglah tuan guru lopan dari Darmaji Lombok tengah mengajak orang songak mulai menegakkan ajaran syareat ,mulailah Masyarakat songak sembahyang berjamaah dimasjid,ketika berjamaah terkadang ada yang memanggil dari luar sehingga serig kali mengganggu  kehusukan solat berjamaah, atas dasar itulah masjid ini di tembok dengan cetakan bata mentah  yang berukuran besar  terkadang ada yang berukuran 60cmx80 cm, tembok itu mengelilingi majid dengan membiarkan tiangnya di dalam sedangkan temboknya dari luar pengerjaan tembok kali ini di motori olh Jero Kertasih (Kepala desa Songak),Papuq Candra (Penghulu desa) ,Papuq Delah (Sesepuh Masyarakat) bersama Tuan guru dari Lopan.
Sejak saat itu tidak ada lagi berita yang dapat kita amabil mengenai keberadaan Masjid pusaka sang Sanga pati ini mungkin karena terhambat oleh rasa tidak  aman hidup dicekam berbagai  macam peristwa bersamaan dengan hadirnya penjajahan jepang yang terkenal dengan nipponnya ditambah lagi dengan gegap gempitanya gerakan kemerdekaan R I, sehingga apa saja yang pernah dilaksanakan hingga tahun enam puluhan tidak lagi ada yang terdengar,Pengurusan Masjid ini seakan diserahkan sepenuhnya kepada penghulu desa yaitu Papuq Candra  Yang kemudian lebih di kenal dengan sebutan Papuq Pengulu.Wafat sekitar tahun 1980 dalam usia n160 tahun.
Pada tahun 1962 keadan Negara sudah dikatakan aman, Masyrakat sebagian sudah mulai tidak mau peduli terhadap Masjid Pusaka  ini,Mereka ingin mencoba untuk menghilangkan jejak sejarah ,timbullah berbagai macam alasan,dari keadaan seperti ini nampaklah perpecahan Masyarakat Songak menjadi Dua golongan yaitu golongan yang cinta kepada masjid Pusaka dan golongan yang  menentang keberadaan nya,Katakan saja pertentangan antara Hajji athar Muhtar dan Papuq Pengulu.Dari pertentengen inilah sehingga H.athar membangun masjid  yang kemudian di namakan Masjid al-mujahidin, dengan bergelarkan keluarga pejabat desa  dan keluarga kaya merekapun berhasil mengumpulkan Masyarakat dan membuat mereka menjadi pendukung mereka  sehingga dari  perjuangan ini mereka berhasil mengajak semua masyarakat untuk ikut berpartisipasi.dalam upaya membangun saingan masjid tua  tercinta. Tak ayal lagi masyarakat retak kedalam,  walau berhasil di sambung namun sambungan itu tetap berbekas sampai ahir Dunia ini.Berdirilah Masjid almujahidin dengan megahnya, Masjd pusaka semakin sia-sia , bagaikan hidupn segan matipun tak mau hingga pada ahir tahun 1977,barulah pada tahun selanjut Masjid Bengan merndapat perhatian dari Hajji masrah Kepala desa  Keselet saat itu. Sudah pasti banyak peristiwa masjid ini yang terlewati oleh keterbatasan  pengalaman sebagai pencinta benda tua ini, mulai tahun 1975 penulis mulai aktip mengambil bagian dalam memperbaiki  merawat dan memelihara bangunan tua  ini ,mulailah di tambah bangunan  disbelah timur bagian pintu timur setelah sebelumnya dari sebelah selatan sudah terlebih dahulu dibuat sebuah bangunan  memanjang menutupi semua permukaan bangunan kuno ,bagian bawahnya ditimbun dengan tanah sampai setengah pondasinya tertutup tanah,sebagai serambi teras dan juga ditambah dengan bangunan gudang yang membentang dari selatan keutara hingga memenuhi semua bangunan dari sebelah timur,jika kita lihat dari arah timur, yang namapak hanya tumpangnya saja ,sedang bangunan aslinya tidak pernah diapa-apakan hanya saja tiang kayu yang  mengelilingi bagian pinggir sudah diganti dengan tiang dari filar ditambah lagi dengan pagar dari triplex sebagai penutup antara bangunan lama dan bangunan tambahan. Hal ini berlangsuing sampai ahir tahun 1979  sampai tahun 1986 kembali dibuat bangunan sebelah utara bangunan   hingga  mmenuhi sem ua halaman utara,danbangunan induk disamakan tinggi serambinya dengan bangunan tambahan sehingga mnampak luas dan lapang  kareena sudah tidak adalagi dinding pemisah antara bangunan induk dan bangunan tambahan.Hilang lah semua bentuk bangunan kuno yang terdapat pada bangunan masjid pusaka tidak ubahnya bagaikan himpunan bangunan gudang yang sangaja di satukan  sebagai tempat yang dibutuhkan namun kemampuan berbuat belum ada,tetapi bagaimanapun bentuknya  dan hanya itu adanya maka jamaah senan tiasa menggunakan nya paling tidak sebagai tempat belajar ngaji bagi anak-anak,disamping dipergunakan sebagai tempat  ibadah setiap waktu bahkan diprgunakan untuk hari besar islam secara bergilir demikian juga setiap jumatnya sejak di sepakati sekitar atahun 1972 sampai sekarang.Adapun kegiatan yang berupa ritual adat seperti mulut   bejariq,  bubur putiq bubur beaq hilang entah kemana sampai awal tahun 1999 M. Tibalah saatnya tahun kebangkitan Masjid Pusaka yang sejak lama terkenal dengan sebutan Masjid Al-Falah yaitu pada permulaan tahun 1999 atas kehendak yang maha kuasa masjid ini di kembalikan  seperti  bangunan semula ,Dengan susah payah semua Masyarakat mengangkat kembali tanah yang pada ahir tahun 1987  mereka ambil dari jauh, hal itu bukanlah masalah bagi masyarakat  dengan penuh semangat mereka bergotong royong untuk menggali timbunan tanah yang mengelilingi pondasi bangunan tua tersebut, barulah masjid tua ini kembali kelihatan kokoh berdiri seprti yang kita saksikan sekarang ini.dari hasil galian  kelihatan pondasi yang sudah sekian lama tertutup itu agak rapuh masyarakatpun melanjutkan penggalian pondasi semula akan diganti dengan batu ,penggalian pondasi semula mulai berlangsung  .  masyarakat bagaikan kaget menyaksikan  deretan bata kepal dari tanah liat yang sudah tertimbun sekian lama namun tidak beubah sedikitpun dan ahirnya masyarakat m menaikkan bata kepal ketengah serambi masjid,tepatnya disusun diantara empat tiang masjid tersebut,Pemasangan pondasi batu berlangsung sampai kepada penembokan setelah selesai ditembok,keesokan harinya disepakati untuk di pasang disekeliling tembok seperti  terlihat saat ini , tehnis ini diharapkan abadi tidak ada  lagi   perubahan  tembok bangunan asal Masjid ini.
Biarlah keadaan yang menetukan jika ada yang berkehendak untuk merubah dengan alasan apapun,lewat tulisan in penulis berpesan ,jangan,…. sekali lagi jangan,temboknya di ganggu gugat,jika ingin membangun carilah cara lain agar tembok ini tidak di ganggu.lebih baik menambah luas kebawah dari pada menutupi kembali induk bangunan lama yang berukuran 9x9m  tersebut,mengapa  harus begitu,adapun alasannya adalah ;
  1. yang menentukan ukuran besarnya masjid adalah bukan  orang biasa
  2. Ukuran 9x9M  pas dengan tahun berdinya tahun 1309
  3. Ukuran tersebut sesuai dengan tahun tempat dan nama pendirinya.
  4. Ukuran ini ada maksud yang   belum  bisa dipecahkan
  5. Masjid ini sudah termasuk milik negara dan oleh sebab itu jika ingin diri harus ada izin dari pihak pemerintah.
Selanjutnya baru pada tahun 2005 halaman Masjid ini dapat diperluas atas upaya dari Kepala desa Saifullah Aman sekaligus membuka tabir pendinding Masjid pusaka ini dari  ketertutupan di tengah masyarakat lombok timur,bersamaan dengan diadakan nya peresmian keberadaan Makam sebengak yang diberi nama Makam keramat songak oleh Bupati Lombok timur pada Saat itu di pegang oleh Hajji Ali Bin Dahlan .Yang terkenal dengan sebutan Ali Bd., ahinya perluasan halaman di sebelah selatan Masjid di  laksanakan  pada ahir tahun 2007, dan di lanjutkan  di bagian utara pada pertengahan tahun 2009.
Demikian sekilas tentang perkembangan Masjid Pusaka yang kemudian terkenal dengan sebutan Masjid Al-Falah ini dari tahun ketahun,kiranya belum  rampung jika cita-cita Sang  penghayal  dari kemajuan Masjid ini. jika belum semua rumah  yang ada disebelah selatan bangunan tua ini belum bisa habis menjadi halaman Masjid Pusaka, dengan demikian barulah orang akan tahu betul keberadaan Pusaka Ki.Sanga Pati yang ada di Desa Songak
Semoga apa yang jadi harapan sang penghayal ini bisa terlaksana dengan  hikmah warohmah ,agar tidak ada diantara kita yang merasa tepaksa dan di rugikan oleh siapapun,sebab menurut piling Sang penghayal ,jika sudah sampai tahun 2015 selambat-lambatnya tahun 2019 pemilik rumah tidak mau dibebaskan dengan baik maka mereka akan rugi besar, secara keduniaan  hak mereka akan dirampas oleh keadaan, entah bagaimana nasib mereka lebih-lebih lagi kelak di akhirat wallohu a’lam.
Sumber :http://mastursonsaka.wordpress.com/2011/04/20/sejarah-masjid-kuno-songak-lombok-timur-ntb/
[Read More...]


Kekayaan Alam Desa Songak



KEKEYAAN ALAM
Desa ini termasuk desa yang  tidak memimli keayaan apa-apa jika dilihat secara mata telanjang,sehingga sering kali orang bingung memikirkan kehidupan masyarakat penduduk desa miskin ini,  orang luar tidak banyak yang berani mencoba hidup di desa ini bagaiman tidak,penghuninya saat ini tidak  kurang dari tiga ribu jiwa, sementara tanah sawah sebagai tumpuan hidup kurang dari seratus lima puluh hektar,namun secara kenyataan  tidak jarang orang orang  terpaksa tinggal di songak enggan kembali kedesa  asalnya
Disisi lain desa ini menyimpan  banyak kekayaan jika  kita mampu melihat secara cermat  dan teliti,mungkin  banyak orang tidak  akan percaya jika di sini saya katakan  ada sekian banyak harta yang konon semua harta Baginda Datu Selaparang yang I tersimpan di Desa ini. Jika ini benar adanya berarti  kata-kata i-kaya yang kita ucapkan setiap hari suatu saat akan menjadi kenyataan ,ada lagi bentuk kekayaan lain yang tersimpan di desa ini yaitu sebuah kempul emas  yang jika ini di bunyikan uang , harta dalam bentuk permata dan lain-lain akan terwujud dengan seketika ,cuman anda perlu bersabar menunggu datang nya siapa orang nya yang mampu menemukan benda tersebut ,karena dialah yang mampu mengambil uang dan harta tersebut untuk kita semua Penduduk Desa Songak.
Masih banyak lagi  bentuk kekayaan lain berupa ksenian keahlian dan situasi desa termasuk letak geograpisnya,bukankah kekayaan namanya ,namun janganlah hendaknya semua kekayaan yang konon ada ini ditaruh dalam hati biarkan berada pada tempatnya agar kita tidak menjadi penghayal kelas kakap,ingin memilki sesuatu yang masih semu berharap beras dari langit, biarlah ada pada tempatnya  tiada salahnya kita meyakini adanya agar kita tetap merasa kaya dikala sedang berusaha mencari harta buat menghidupi anak dan keluarga.
Selanjutnya kita akan coba mencermati kekayan kita yang nyata dan ini ada beberapa diantaranya Masjid Pusaka; Makam Sebengak, Makam Maling Songak, Makam Puseah ,Segeleng, Kelutuq, Damiru,Lingkuq Sanga dan lain-lain.
Sumber: http://masjidsongak.blogspot.com/2011/04/sejarah-desa-songak-kecamatan-sakra.html
[Read More...]


Luas Wilayah Desa Songak



LUAS WILAYAH DESA SONGAK     
Wilayah desa songak saat ini menurut sensus terahir adalah sekitar kurang lebih 200 hektar terdidri dari sawah dan ladang kering setelah diambil oleh wilayah  Desa Denggen  dari sebelah timur selatan sedangkan dari arah barat selatan diambil lagi menjadi wilayah rumbuk  sampai  kali   maronggek. Begitu juga dari arah  barat utara  diagum oleh desa keselet dan jantuk sampai pekuburan songak barat. Yang masih agak luas  kearah timur utara sampai perbatasan desa Dasan lekong dan Pancor.
               Jika luas wilayah saat ini kita perhatikan,sepertinya masyarakat desa ini terlalu gampang menyerahkan haknya kepada Desa yang berdekatan dengan nya. Jika begini terus saya khawatir anak cucu kelak akan tinggal dimana, padahal jika kita kembali kemasa yang lalu, lebih-lebih jika kita lihat sejarah sebelum hadirnya masyarakat tempit yang saat ini berkedudukan di Desa Denggen dan Keselet, konon wilayah Desa songak ini di sebelah utara hanya di batasi dengan wilayah Rarang dan Masbagik Pancor sampai Peneda Gandor, lalu kesebelah selatan  se silak –siluk telabah saring semuanya adalah wilayah Desa Songak  sampai sekaroh Batu nampar. Rupanya se iring perkembamgan zaman yang diwarnai ketidak layakan sumber daya manusianya maka inilah kenyataan yang harus diterima oleh anak cucu selaku generasi penerus sang pemula menduduki wilayah desa songak ini. Kini Masyarakat songak bagaikan katak dalam tempurung jika ingin melangkah kakinya tak dapat di angkat dengan leluasa baru melangkah sedikit kakinya sudah menginjak wilayah orang. Tidaklah terlalu mengherankan jika pada masa kehidupan hanya bertumpu pada hasil pertanian, terdapat banyak Masyarakat songak yang terpaksa  menyandang gelar Maling songak yang sampai saat ini nama tersebut masih melekat pada diri orang songak.
Apa yang terungkap diatas adalah sekedar gambaran keberadaan wilayah desa songak pada zaman dahulu kala, jangan lah menjadi alasan untuk berputus asa dalam mengarungi kehidupan masa depan karena kenyataan menunjukkan kebnaran perinsip para pendahulu Masyarkat Songak yang mengatakan  bahwa; hidup ini bukan terletak pada banyak sedikitnya harta yang katanya milik diri tetapi gaya hidup setiap orang sudah ditentukan oleh yang maha mengatur yaitu Alloh yang maha wenang dan berhak. Dari perinsip kebenaran hakiki diataslah sehingga orang-orang tua dulu tidak terlalu peduli terhadap apa yang konon jadi hak miliknya, walau pada mulanya terkadang ber- api-api untuk merebut haknya, tetapi setelah miliknya itu berhasil di genggam mereke serta-merta kembali kepada perinsip  diatas. Hal tersebut diatas pernah terbukti sekitar awal tahun 1915 M  ketika jero Kertasih sebagai Kepala desa songak .
Al kisah
Ketika Jero Kertsih menjadi Kepala Desa,beliau berjanji akan mengambil  hak miliknya berupa  tanah  garapan wilayah Telabah saring dan konon beliau berangkat kebali mengurusnya dan berhasil dengan bukti hak milik dibawa dari bali , namun  begitu sampai di pelabuhan ampenan  sang pejuang ditemui teman karibnya dari Desa Rumbuk bernma Jero Kali,dengan kesepakatan yang didasari pertimbangan keamanan dengan keluarga luar menyerahkan  bukti milik nya kepada sang  kawan  ahirnya sang jero hanya membawa tangan hampa kerumah disertai uang  sekedar ganti lelah sebanyak lima belas pikul uang bolong.
Ahirnya tetaplah keadaan wilayah seperti  saat ini padahal hak sudah di genggaman akibatnya masyrakat yang tahu persis keadaan ini menjadi jengkel,salah seorang keluarga memberaki pusara nya setiap hari selama sang pendendam masih hidup. dialah yang menceritrakan  kisahnya setelah di kecam oleh keluarga  almarhum jero Kertsih sang pendendam itu adalah Amaq raham wafat sekitar tahun 1978 M
 
Sumber: http://masjidsongak.blogspot.com/2011/04/sejarah-desa-songak-kecamatan-sakra.html
[Read More...]


Babat Desa Songak



BABAT yaitu ;catatan peristiwa yang dianggap penting untuk diabadikan  dengan maksu kejadian itu bisa dijadikan  bahan acuan untuk dilakukan bila menguntungkan dan atau diajauhkan jika merugikan atau bahkan bisa dijadikan kebanggaan tersendiri terhadap sesuatu peristiwa tersebut.
DESA yaitu;  sebuah kata yang menunjukan tempat berkumpulnya beberapa penduduk  sebagai satu masyarakat yang memiliki satu tatanan  hidup dengan di pimpin oleh seorang kepala desa  inilah pemahaman kita tentang  desa,sementara dalam babat yang di maksud dengan desa adalah  tempat yang depergunakan sebagai pusat pemerintahan ysng dipimpin oleh seorang datu.jadi kata desa zaman dahulu lebih tepat disebut kerajaan zaman sekarang.
Dari perbedaan makna desa dahulu dengan desa sekarang dapatlah kiranya kita katakan bahwa desa yang sudah di sebut sejak dahulu kala itu adalah sebuah kerajaan walau sementara ada orang berpedapat bahwa  ada kerajaan kecil , walau sekecil apapun tapi tetaplah kerajaan yang mesti memiliki kebesaran.    
SONGAK adalah nama desa yang konon  dulunya bernama desa leaq, yang selajutnya terkenal pada zaman dahulu kala dengan sebutan desa leak, sementara  leaq  bermaksud sangat awal atau mula yang artinya lebih dahulu adanya ,semetara  leak adalah kata yang berasal dari bahasa Bali yang artinya secara bahasa Sasak adalah; Selaq artinya manusia yang memiliki ilmu jahat sehingga dengan ilmunya tersebut orang bisa membuat orang lain  menjadi sakit sesuai dengan kehendak Sang Tuselaq singkatan dari Tau  Selaq  tersebut,
Itulah yang kemudian menjadi penyebab sehingga desa ini tidak berpenghuni lagi konon orang-orang  yang sebagai penghuninya sangat malu dikatakan orang leak karena selalu ditakuti kawan –kawan yang berada di desa lain.Barulah kemudian datang sembilan orang laki-laki yang berusia sama dan berwajah mirip bagaikan  orang kembar sembilan membuat sebuah bangunan sembilan kali sembilan,sebagai tempat berkumpul beribadah sekaligus tempat gundem dalam membahas pelajaran agama.Dan orang-orang ini  di kenal orang dengan nama Kisanga Pati yang artinya sembilan penduduk inti dari desa ini, inilah ysng kemudian sebagai sebutan kental desa ini yaitu Desa Sanga Pati.  
Menurut tutur orang tua, desa ini sudah berubah nama sebanyak kurang lebih enam kali perubahan sehingga Desa tua ini jarang dapat di ungkapkan  para ahli sejarah baik sejarah sakra maupun sejarah lombok lainnya,. Adapun perubahan yang dimaksud adalah;
1.      Nama asalnya ditemukan bernama desa LEAQ.[ceritra Iling almh]
2.      berubah menjadi desa SANGA PATI
3.      Karena suatu tragedi yang dialami Datu Selaparang didesa ini ,maka desa ini beliu namakan DESA SEBENGAK (latar belakang makam sebengak)
4.      Karena desa ini merupakan tempat tinggal nya Raden. Muntar kakak sulung nya datu Sakra, maka desa ini  disebut DESA SENGAKA artnya lebih besar  atau sulung.
5.      Untuk terhindar nya desa ini dari catatan sejarah, sekaligus menggabung kan dua bahasa yaitu bahasa jawa timur dan bahasa jawa barat dalam menyebut angka sembilan,sebagaimana kita ketahui bahwa sembilan menurut  bahasa jawa timur  dan jawa tengah adalah SONGO, sedangkan bahasa Sundanya atau jawa barat adalah Sangak, oleh karena itu  bahasa  jawa timur dan tengah di ambila awal nya saja yaitu (SO) ,sedangkan bahasa jawa barat Mengambil ujungnya     yaitu (NGAK) maka jadilah desa songak dan tentunya arti yang dimaksud adalah desa sang Ki Sanga Pati
6.      Demi kepentingan administrasi pemerintahan Kecamatan sakra kabupaten Lombok Timur desa songak di tiadakan ,berubah menjadi  DESA KESELET,yang ada hanya lah wilayah dusun Songak,.
Aneh kan…..demi kepentingan desa,  nama desa yang telah begitu permanen dan resmi sejak dahulu kala bisa di tutup dan di  tiadakan begitu saja. siapa yang salah  mengapa, tidaklah mesti di ungkap, namun itulah kenyataan sejarah  tentang nama desa yang banyak menimbulkan teka teki ini, bagaikan ada unsur kesengajaan untuk menghilangkan nama desa tersebut.
Sehubungan dengan penyembunyian nama  SONGAK tersebut menurut hemat penulis ada  beberapa penyebab para ahli sejarah atau orang tertentu sehingga nama desa ini mesti dan harus di sembunyikan bahkan di hilang kan sekaligus, di antara nya ;
§         karena memang maunya keadaan
§         karena ada unsur kesengajaan orang –orang tertentu yang mungkin disebab kan karena takut kehilangan pamor sebagai orang penting dalam sejarah bahkan dalam posisi ditengah masyarakat sehingga timbul  beberapa isu negatif tentang desa ini yang mengakibatkan desa ini makin di benci dan dijauhi oleh kebanyakan orang bahkan dipandang sebelah mata.Adapun  isu tersebut adalah;
§         Nama Leaq menjadi desa Leak
§         Matinya semua binatang yang minum dihilir tibu Sundin pada Sungai Maronggek sampai muara  di labuan haji. Peristiwa ini terjadi beberapa saat setelah musnahNya yang mulia Ilang Sabil batu bangka, yang disebabkan oleh jatuhnya senjata sakti Beruang Songak ditibu tersebut.
§         Marahnya Tuaq Gedah songak ,yang saat itu beliau sedang mengabdi menjadi patih nya datu Marong ,akibat rakyat terlalu tunduk dan hormat pada sang patih melebihi hotrmat nya kepada datu . ahirnya datu marong menjdi murka sehingga mengutus prajuritnya untuk membunuh Sang patih. namun Tuak Gedah songak bukanlah orang sembarangan yang bisa di anggap enteng. hanya dengan mengakat telunjuk kiri sambil menyebut beruang songak, perajurit yang akan membunuhnya  ,, mati di tempat,,.
§         Meninggalnya Camat sakra I di songak sedangkan jenazahnya di usung ke Sakra yang kemudian persoalanm ini  dijadikan bukti sejarah tentang  orang songak adalah orang –orang yang tidak patut di pergauli dan sebagainya.
Inilah yang penulis maksudkan menjadi penybab sehingga orang songak sendiri terkadang enggan dan malu disebut orang Songak dan itupun hanya beberapa keturunan orang songak bahkan sampai saat ini masih ada yang malu menjadi orang songak.
Sumber:http://masjidsongak.blogspot.com/2011/04/sejarah-desa-songak-kecamatan-sakra
[Read More...]


Sejarah Desa Songak



Oleh: Papuq Bangak
PENDAHULUAN
Pada dasarnya semua desa memiliki babat, karena babat merupakan saudara kembar dari lahirnya desa itu sendiri. tapi itu sekedar keharusan yang mutlak,namun kenyataannya jauh berbeda  kini jarang sekali desa-desa yang memiliki babat. Padahal babat adalah perjalanan kegiatan yang terjadi diatas permukaan bumi dimana wilayah desa itu berada, atau dengan kata lain catatan peristiwa  dari zaman kezaman yang sudah berlangsung  diwilayah desa itu sendiri  Ketiadaan ini disebabkan karena :
  1. Ketiadaan pemerhati sejarah. Pemerhati sejarah menjadi enggan memunculkan diri karena :
a.       tidak ada penghargaan  dari  penguasa.
b.      dihawatirkan akan membeberkan kekurangan suatu situasi .
c.       terkadang di isukan mengangkat keturunan dirinya alias bedatuan.
d.      dan masih banyak segudang alasan  sehingga  pemerhati sejarah enggan kelihatan.
  1. Karena memang tidak ada  yang  ingat untuk memperhatikan peristiwa secara teliti  padahal  sangat perlu untuk di ingat dan dikenang tapi peristiwa berjalan begitu saja kelak orang –orang mulai mengerutkan kening untuk mengetahui kapan dan dimana peristiwa itu terjadi ……
Itulah kiranya yang melatar belakangi sehingga tulisan ini mulai dikonsep mungkin bisa dijadikan sebagai dasar untuk mengingat kembali kapan terjadinya sesuatu peristiwa didesa ini. salah satu contoh  adanya Masjid Al-falah tak ada satupun orang yang mengetahui kapan dan siapa yang  membuatnya, bagi saya sendiri hal ini sangat aneh, bagaimana tidak, sepengetahuan kami  mesalah masjid itu adalah masalah yang sangat sensitive yang seharusnya tidak ada seorangpun yang tidak tahu terlebih lagi orang yang bertempat tinggal di pinggirnya. tapi kernyataan berkata lain, tidak ada seorangpun yang mengetahui,demikian juga tentang adanya makam kreamat Songak,belum ada kepastian yang dapat dipertanggung jawabkan mengenai siapa dan mengapa sehingga dianggap Keramat oleh semua Masyarakat  Songak pada khususnya  dan  Masyarakat luar pada umumnya. Yang pasti pertentangan pendapat tentang Tokoh yang disemayamkan sekali gus tentang ritualisasi  pelaksanaan  acara  termasuk siapa saja yang berwenang untuk menentukan  segalanya, dalam acara pelaksanaan ritual ngayu-ayu yang  sudah menjadi kebiasaan bahkan kebutuhan masyarakat Songak dan sekitarnya,..  mengenai ngayu–ayu sudah banyak terjadi perbedaan peresepsi, jika ini dibiarkan saja atau dianggap sepele,saya yaqin , suatu saat akan terjadi pertentangan antar sesama saudara tentang siapa yang paling berhak untuk menetukan bahkan  sudah ada yang radak berhak terhadap makam itu sendiri termasuk apa saja yang ada didalamnya.padahal tempat itu sudah jelas dari dulu  tempat bersejarah ini  belum pernah ada yang berani mengakui sebagai miliknya..Inilah yang penulis sangat hawatirkan dalam lingkup desa Songak yang sangat dikagumi oleh penulis.Keaguman penulis bukannya tidak beralasan,namuun menurut pengetahuan banyak persoalan misteri yang jarang mampu di kethui oleh orang kebanyakan,…..
Menurut hemat kami bukan hanya terbatas sampai disini tetapi masih banyak hal yang lebih parah bagi kehidupan masyarakat songak pada khususnya masarakat  Lombok pada umumnya.bagaimana tidak jika sejarah Lombok kita perhatikan  akan anda temuai berbagai macam persi dimana semua persi menganggap Persinya yang paling benar,.Kita  ambil contoh Babat Sakra .Oleh Masyarakat sakra sendiri terdapat perbedaan  persepsi tentang ;
1.      Dimana  desa SAKRA yang dahulu kala konon menjadi Kerajaan.       
2.      Siapa yang  memberikan gelar kebanggaan,mamiq,lalu,baiq dll
3.      Siapa yang benar keturunan datu sakra yang konon gagah tampan bergelar raden Panji
4.      Mana dan siapa yang memegang pusaka berupa senjata kebanggaan kerajaan sakra. Dan masih banyak sederetan  persoalan yang jadi pertentangan  Bangsawan Sakra.
      Belum lagi persoalan Datu pejanggik yang konon kalah perang melawan Anak Agung  Karang asem bali yang menurut perkiraan  berlangsung sekitar tahun 1713. M .Kemana perginya,Benarkah beliau dimakamkan di serewa siapa yang memakamkan,jika itu benar bagaimana dengan kehadiran Yang Mulia Guru Sinarah yang terkenal dengan sebutan tuan guru pepau ,dan seterusnya…..
      Begitu juga dengan Banjar getas yang cerdik Mumpuni Sakti tanpa pilih tanding siapa gerangan orang tuanya,benarkah beliau korban kebolehan seorang  raja atau keswenang-wenagan Baginda Datu selaparang yang begitu tersohor arif bijaksana ,dan bahkan ada yang menganggapnya  raja yang  takarrub kepada Alloh S.W.T. Jika itu benar sampai hatikah seorang  Banjar getas akan membiarkan tanah airnya di kuasai Orang yang tidak berhak  sama sekali terhadap tanah asalnya Gumi sasak tercinta ini. . Yang aneh lagi menurut tutur sejarah semua sejarah lombok berlatar belakang SELAPARANG,baik sejarah sakra ,sejarah pejanggik bahkan sampai sejarah kerajaan Kuripan. Jika hal ini tidak segera di benahi oleh  para senior pemerhati sajarh sasak ‘saya .Sebengak hawtir,cemas  terhadap masa depan  masyarakat, Demi mempertahan kan  keyakinanan terhadap sejarah yang  belum mutlak kebenarannya akan terjadi perebutan pengekuan yang tidak beralasan dan sebagainya.            
            Penulisan  BABAT DESA SONGAK  ini bermaksud sekedar mencatat beberapa hal penting bagi  kehidupan dan keberadaan  Desa Songak sebagai desa induk di lombok timur, selain Desa Selaparang , sekaligus  sebagai catatan yang  mungkin di anggap  penting  oleh anak cucu  dikemudian hari ,agar ter arah cara mengagumi desanya,sehingga terhindar dari sikap sok tahu tanpa ada landasan  sebagai bahan acuannya ,paling tidak  lebih bisa saling mengatur diri antar sesama tidak seperti kehidupan yang sedang kita alami saat ini , jika ada yang bisa berbuat seperti ini, ada lagi oknum yang lebih bisa menggagalkan kebaiakan yang sedang di perbuat,dengan sederetan alasan  kebenaran untuk menutupi  iri dengki dalam hatinya, semoga Alloh yang maha wenang menjauhkan kita beserta anak cucu  keturunan kita dari sifat seperti ini Amin ya Robbal alamin….. 
Sumber : http://masjidsongak.blogspot.com/2011/04/sejarah-desa-songak-kecamatan-sakra.html
[Read More...]


Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2011 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors